Asing Terus Lirik Dompet Elektronik di Indonesia
Peta persaingan dompet elektronik atau dompet digital di Indonesia tampaknya semakin ketat.
“Alipay dan WeChat Pay sepemahaman saya hanya akan melayani turis asal Cina, bukan untuk WNI. Sedangkan WhatsApp Pay setahu saya juga akan bekerjasama dengan pemain lokal, meskipun belum ada izin baru Bank Indonesia,” kata Danu Wicaksana, CEO PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) pengelola LinkAja.
Danu mengatakan, buat LinkAja sendiri, kehadiran mereka tak jadi ancaman sebab LinkAja lebih fokus menggarap pasar kebutuhan sehari-hari (daily needs market).
Seperti pembelian listrik, pulsa terutama transportasi publik dari kereta listrik hingga tol.
Fokus pasar yang disasar LinkAja bahkan berbeda dengan pelaku lokal yang biasanya menyasar ritel.
Sedangkan Head of Corporate Communications Go-Pay, Winny Triswandhani, dan Chief Communication Officer DANA, Chrisma Albandjar, saat dimintai pendapatnya justru mengaku membuka lebar pintu kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pelaku asing guna mendukung percepatan terciptanya masyarakat non tunai.
• 8 Turnamen eSport dengan Total Hadiah Uang Tunai Terbesar di Dunia
Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Dompet elektronik asing menyerbu Tanah Air
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dompet-digital_888888.jpg)