Breaking News:

Kesehatan

Saring Informasi Sebelum Menurunkan Berat Badan dan Cara Mengatasi Kelebihan Berat Badan

Orang mendapatkan glukosa dari berbagai makanan, termasuk pati, tetapi sebagian besar fruktosa berasal dari tambahan gula.

Progressivecare.in
Ilustrasi obesitas 

Orang-orang di seluruh dunia kerap salah mendapat informasi kesehatan dan gizi.

Mereka kerap tergantung pada dari mana media atau orang yang menyampaikan  informasi kesehatan dan gizi.

Misalnya, banyak lama situs yang menyebarkan informasi tidak akurat atau bahkan salah tentang kesehatan dan gizi.

Beberapa berita juga terlalu menyederhanakan atau salah mengartikan hasil studi ilmiah dan hasilnya sering keluar konteks.

Informasi lain mungkin sudah ketinggalan zaman atau berdasarkan pada teori yang belum pernah sepenuhnya terbukti.

Begitu juga ketika Anda ingin menurunkan berat badan, terkadang cara menurunkan berat badan bukan Anda yang salah malah menimbulkan penyakit.

Perusahaan makanan juga berperan. Beberapa mempromosikan produk, seperti suplemen penurun berat badan, yang tidak berfungsi pada penggunanya.

Porsi Makanan Ibu Hamil Agar Berat Badan Tidak Berlebihan dan Kekurangan Berat Badan

Metode menurunkan berat badan berdasarkan informasi palsu dapat menghambat kemajuan Anda.

Sangat penting untuk memilih sumber informasi Anda secara baik.

Faktanya adalah kebiasaan makan modern dan budaya makanan harus diubah untuk dapat membalikkan masalah obesitas atau kelebihan berat badan pada skala global.

Obesitas adalah salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia.

Masalah kesehatan tubuh itu terkait dengan beberapa kondisi yang dikenal sebagai sindrom metabolik seperti tekanan darah tinggi, peningkatan gula darah dan profil lipid darah buruk.

Orang dengan sindrom metabolik memiliki risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2 jauh lebih tinggi, dibandingkan mereka yang berat badannya normal.

Selama beberapa dekade terakhir, banyak penelitian fokus pada penyebab obesitas, serta cara pencegahan obesitas dan pengobatannya.

6 Penyebab Kelebihan Berat Badan, Tidak Ada Hubungan dengan Keinginan Bertubuh Langsing

Obesitas dan kemauan

Banyak orang berpikir bahwa kenaikan berat badan dan obesitas disebabkan oleh kurangnya kemauan.

Hal itu tidak sepenuhnya benar. Kenaikan berat badan sebagian besar hasil dari perilaku makan dan gaya hidup.

Namun, beberapa orang berada pada posisi kurang menguntungkan dalam hal mengendalikan kebiasaan makan mereka.

Masalahnya, makan berlebihan didorong oleh berbagai faktor biologis seperti genetika dan hormon. Orang-orang tertentu cenderung mengalami kenaikan berat badan.

Tentu saja, orang dapat mengatasi kelemahan genetik mereka dengan mengubah gaya hidup dan perilaku mereka.

Perubahan gaya hidup membutuhkan kemauan, dedikasi, dan ketekunan.

Namun demikian, klaim bahwa perilaku adalah murni kemauan adalah terlalu sederhana.

Mereka tidak memperhitungkan semua faktor lain yang pada akhirnya menentukan apa yang dilakukan orang dan kapan mereka melakukannya.

Jogging Olahraga Terbaik Untuk Mencegah Penumpukan Lemak dan Mengurangi Berat Badan

Berikut  faktor penyebab utama kenaikan berat badan, obesitas dan penyakit metabolisme, yang tidak ada hubungannya dengan kemauan keras.

1.  Resistensi Leptin

Leptin adalah hormon yang berperan penting dalam obesitas.

Leptin diproduksi oleh sel-sel lemak dan kadar darahnya meningkat dengan massa lemak lebih tinggi. Kadar leptin sangat tinggi pada orang obesitas.

Pada orang sehat, kadar leptin tinggi dikaitkan dengan nafsu makan berkurang. Ketika bekerja benar, leptin memberitahu otak Anda seberapa tinggi simpanan lemak Anda.

Masalahnya adalah leptin tidak berfungsi sebagaimana mestinya pada orang gemuk, karena untuk beberapa alasan tidak dapat melewati sawar darah-otak.

Kondisi ini disebut resistensi leptin dan diyakini sebagai faktor utama dalam patogenesis obesitas.

Ayo, Rencanakan Pilihan Makanan Sehat Anda Demi Menurunkan Berat Badan Berlebihan!

2. Ketersediaan makanan

Faktor lain yang secara dramatis memengaruhi pinggang orang adalah ketersediaan makanan, yang meningkat secara masif dalam beberapa abad terakhir.

Makanan, terutama junk food, ada di mana-mana sekarang. Toko-toko menampilkan makanan  menggoda sehingga menarik perhatian Anda.

Masalah lain adalah junk food seringkali lebih murah daripada makanan utuh sehat, terutama di Amerika Serikat.

Ada orang-orang terutama orang kurang mampu bahkan tidak memiliki pilihan untuk membeli makanan  seperti buah dan sayuran segar.

Toko-toko hanya menjual minuman soda, permen, dan junk food yang diproses.

Bagaimana itu bisa menjadi pilihan jika pilihan lain tidak ada?

Pendapat Peneliti Tentang Jeruk Bali yang Bermanfaat Menurunkan Berat Badan Anda

Ilustrasi makanan dan minuman tinggi gula
Ilustrasi makanan dan minuman tinggi gula (BrightFocus Foundation)

3. Gula

Menambahkan gula merupakan satu-satunya aspek terburuk dari pola makan modern.

Gula mengubah hormon dan biokimia tubuh Anda ketika dikonsumsi berlebihan sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

Gula yang ditambahkan adalah setengah glukosa, setengah fruktosa. Orang mendapatkan glukosa dari berbagai makanan, termasuk pati, tetapi sebagian besar fruktosa berasal dari tambahan gula.

Asupan fruktosa berlebihan dapat menyebabkan resistensi insulin dan peningkatan kadar insulin.

Fruktosa dan glukosa juga tidak membuat rasa kenyang.

Gula berkontribusi pada peningkatan penyimpanan energi, akibatnya obesitas. (Healthline.com)

Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved