Breaking News:

Liputan Khusus

Di Kota Bekasi Ada 1.042 Istri Gugat Cerai Suami di Masa Pandemi Covid-19

Rata-rata dari kasus kebanyakan persoalan atau faktor ekonomi yang akhirnya berujung dengan pertengkaran dan tindakan KDRT.

Istimewa
ILUSTRASI Perceraian 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Pengadilan Agama Kota Bekasi mencatat 1.042 istri menggugat cerai suaminya di masa pandemi virus Covid-19.

Data itu diperoleh berdasarkan rekapitulas pada Maret hingga Juli 2020.

Humas Pengadilan Agama (PA) Kota Bekasi, Ummi Azma menyatakan data perkara cerai gugat atau istri menggugat cerai suaminya dari Januari hingga Juli 2020 sebanyak 1.733.

"691 di bulan Januari-Februari, 1.042 di Maret hingga Juli 2020, untuk Agustus belum," kata Ummi kepada Warta Kota belum lama ini.

Kasus Perceraian di Kabupaten Bogor Kembali Naik, 90 Persen Penggugat Adalah Perempuan

Ummi menjelaskan layanan perkara mulai 1 Januari hingga 31 Juli 2020 lalu diterima sebanyak 2.618 perkara.

Perkara gugatan, baik itu cerai gugat maupun cerai talak sebanyak 2.357 atau sebesar 92,70 persen.

Sedangkan perkara pemohonan sebanyak 261 atau 7,30 persen.

"1.733 cerai gugat, 624 itu cerai talak (suami cerai istri) dan 261 itu perkara lain seperti hak asuh anak, isbath, perwalian, perkara harta gana-gini, dan lainnya," jelas Ummi.

Terkait faktor penyebab perceraian di masa pandemi Covid-19, Ummi tak bisa menyimpulkan.

Namun, ia menyebut, rata-rata dari kasus kebanyakan persoalan atau faktor ekonomi yang akhirnya berujung dengan pertengkaran dan tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Lucky Oktaviano
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved