Penggunaan Yuan di Indonesia Bakal Meningkat, Berikut Penjelasan Dino Patti Djalal
Lebih kurang 10 persen perdagangan Indonesia telah memakai mata uang yuan atau renminbi China.
Saat ini China telah menjadi mitra dagang Indonesia terbesar, dua kali lipat lebih besar dari total perdagangan dengan Amerika Serikat.
Nilai perdagangan antara Indonesia dan China sudah mencapai angka 72 miliar dollar AS.
Diperkirakan dalam dua hingga tiga tahun ke depannya angka bisa melonjak hingga 109 dollar AS.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Lebih kurang 10 persen perdagangan Indonesia telah memakai mata uang yuan atau renminbi China.
Hal itu diungkap oleh Dino Patti Djalal, pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).
Penggunaan mata uang yuan atau renminbi China diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
• Perkembangan Bisnis Chatbot Botika sejak Didirikan Tahun 2016
"Konon sekitar 10 persen perdagangan Indonesia telah menggunakan renminbi. Memang belum ada angka atau data pasti, tapi ke depannya diperkirakan penggunaan yuan akan terus meningkat di RI," kata Dino, Kamis (25/7/2019).
Terlebih, kata Dino, saat ini China telah menjadi mitra dagang Indonesia terbesar, dua kali lipat lebih besar dari total perdagangan dengan Amerika Serikat.
Nilai perdagangan antara Indonesia dan China sudah mencapai angka 72 miliar dollar AS.
• Cara Start Up MTarget Melayani 3.000 Klien
Diperkirakan dalam dua hingga tiga tahun ke depannya angka bisa melonjak hingga 109 dollar AS.
Dino mengatakan, total nilai perdagang itu membuat Tiongkok menawarkan penggunaan yuan dibandingkan dollar AS.
"Karena risikonya memang lebih kecil, sementara kalau dollar risikonya ditambah. Fluktuasi dollar juga cukup tinggi," kata Dino.
• Usaha Studio Tato Kian Menggeliat
Dino mengatakan, renminbi memiliki pengaruh yang semakin besar.
Contohnya mata uang euro, sekarang sudah tergantung dan terpengaruh pada pertukaran dollar renminbi.
“Jadi kalau renminbi naik, dollar naik," katanya.