Penggunaan Yuan di Indonesia Bakal Meningkat, Berikut Penjelasan Dino Patti Djalal

Lebih kurang 10 persen perdagangan Indonesia telah memakai mata uang yuan atau renminbi China.

adobe
Ilustrasi. Lebih kurang 10 persen perdagangan Indonesia telah memakai mata uang yuan atau renminbi China. Penggunaan dollar AS akan tergantikan dengan renminbi dalam jangka pendek. 

Namun, Dino tak memungkiri penggunaan dollar AS akan tergantikan dengan renminbi dalam jangka pendek.

Pasalnya, sebagian perdagangan internasional memang menggunakan dollar.

Terlebih dollar lebih bebas dan terbuka ketimbang renminbi yang terkontrol oleh China.

"Tapi terkait manfaatnya akan lebih banyak atau tidak dibanding kerugian, itu volatilitasnya reminbi lebih stabil dibanding dollar. Jadi, dari segi cost transaksi memang lebih aman," kata Dino.

Puluhan Warga Padati Pasar Kopi Bekasi di Summarecon

Adapun penggunaan yuan memang telah dipromosikan selama 10 tahun terakhir oleh Bank of China.

Di Indonesia pertumbuhannya begitu pesat terutama pada nilai kliring.

Area Parkir yang Terbakar di Pademangan Milik PT KAI

Pada tahun 2018, nilai kliring yuan telah mencapai 201,2 miliar yuan atau sekitar 63 persen dari seluruh pasar Indonesia.

Besarnya nilai kliring membawa Bank of China mempertahankan pangsa pasar nomor satu di Indonesia dalam nilai kliring.

Cegah Pungli, Pemkot Jakarta Utara Sebar 5 Spanduk Parkir Gratis di Kantor Wali Kota

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 10 Persen Perdagangan Indonesia Telah Gunakan Mata Uang Yuan China

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved