Kesehatan
Waspadai Paparan Sinar Matahari dan Udara Panas Jika Anda Tak Ingin Terkena Heat Stroke
Jika Anda bekerja di bawah sinar matahari, kenakan pakaian berwarna dan longgar, serta minum banyak air.
"Ketika kita berolahraga, kita menggunakan otot dan menghasilkan panas," kata Ransone.
Pertama-tama membersihkan diri dari panas berlebih dengan melebarkan pembuluh darah.
Namun, metode utama menangani kelebihan panas adalah berkeringat.
• 5 Manfaat Mengonsumsi Rumput Laut Untuk Kesehatan Tubuh
Kelembaban tinggi
"Kelembaban tinggi dapat mencegah keringat menguap dengan mudah," kata Ransone.
Kondisi itu tidak dapat mendinginkan tubuh secara alami saat berolahraga, sehingga tubuh mudah menjadi terlalu panas dan sakit.
Gejala heat stroke
Para ahli menyarankan bahwa orang-orang di luar dalam cuaca panas perlu mewaspadai gejala heat stroke.
Gejala yang dapat terjadi termasuk keringat berlebih, mual, pusing, haus yang ekstrim.
Selain itu, pernapasan sangat cepat, dan lebih tinggi dari detak jantung normal.
"Jika Anda mengenali tanda ini maka Anda harus berhenti berolahraga dan segera menemukan tempat yang nyaman," kata Zuhl.
Gejala awal penyakit terkait panas, jika diabaikan, dapat berkembang menjadi heat stroke lebih serius.
Ketika seseorang menderita heat stroke, suhu tubuhnya dapat naik hingga 40 derajat Celcius atau lebih.
Gejalanya meliputi kebingungan, bicara tidak jelas, banyak berkeringat atau panas.
Selain itu, kulit kering, kehilangan kesadaran, kejang, dan suhu tubuh tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/heat-stroke1.jpg)