Kesehatan
Waspadai Paparan Sinar Matahari dan Udara Panas Jika Anda Tak Ingin Terkena Heat Stroke
Jika Anda bekerja di bawah sinar matahari, kenakan pakaian berwarna dan longgar, serta minum banyak air.
"Delapanpuluhsembilan ke atas memberikan risiko tinggi terkena stroke akibat panas," kata Dr Sterling Ransone, dokter keluarga di Deltaville, Virginia.
• 5 Cara Mengetahui Alpukat Sudah Busuk dan Anda Dilarang Memakannya Demi Kesehatan Tubuh
Mendinginkan tubuh
Penyakit terkait panas seperti heat stroke terjadi ketika tubuh berjuang untuk mendinginkan dirinya sendiri.
Tubuh manusia menggunakan keringat sebagai alat untuk mendinginkan tubuh.
Tetapi dalam panas ekstrem, berkeringat tidak selalu dapat mendinginkan tubuh. Hal ini bisa sangat bermasalah pada saat kelembaban meningkat.
Ketika kelembaban sangat tinggi, keringat tidak bisa menguap dan menetes dari tubuh.
Keringat harus menguap agar efektif untuk melepaskan panas. Jika keringat menetes dari tubuh, maka itu adalah keringat sia-sia.
"Ketika suhu di atas 80 derajat Fahrenheit dan kelembaban lebih dari 75 persen, risiko cedera panas tinggi," kata Micah Zuhl PhD.
Micah Zuhl merupakan asisten profesor di departemen kesehatan, olahraga dan ilmu olahraga di University of New Mexico.
• Santap Makanan Tradisional Vietnam Yuk! Ini Manfaat Pho Untuk Kesehatan Tubuh Anda
Risiko penyakit terkait panas
Pejabat di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan bahwa orang-orang tertentu bermasalah besar terhadap panas.
Seperti orang lebih tua, anak-anak sangat muda, orang-orang dengan penyakit mental, dan penderita masalah kesehatan kronis.
Bahkan anak muda sehat dapat terkena dampak jika mereka tidak berhati-hati.
Para ahli mengatakan tidak apa-apa berolahraga saat panas.
Tetapi mereka harus melakukan tindakan pencegahan tepat karena overheating bisa terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/heat-stroke1.jpg)