Pemimpin Korea Utara Saksikan Latihan Militer, Meluncurkan Roket Jarak Jauh
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah memantau latihan pertahanan militer di wilayah Laut Jepang.
Dalam laporannya, KNCA mengatakan, Kim masih kecewa lantaran permintaannya soal sanksi kepada Korea Utara tak digubris Trump pada pertemuan di Hanoi, Vietnam, Februari 2019 lalu.
Ditambah Kim juga terus menyebut Amerika sebagai negara yang beritikad buruk dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu.
• Strategi OJK Agar Fintech Dapat Meningkatkan Inklusi Keuangan di Masyarakat
• Soal Transaksi Keuangan, OJK Sarankan ke Perusahaan Fintech Juga Melapor ke PPTAK
Kepada Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara, Kim menyerukan, ia akan menunggu dengan sabar sampai akhir tahun ini untuk membuat kesepakatan yang lebih baik dengan Amerika.
Peluncuran roket juga bisa menjadi sinyal ancaman bagi Korea Selatan yang melakukan latihan militer gabungan bersama Amerika Serikat, meskipun Trump telah mengurangi frekuensi latihan tersebut.
Kim dalam beberapa pidatonya secara langsung juga telah menyatakan ketidaksukaannya atas latihan gabungan tersebut.
Setelah peluncuran, dan berkomunikasi dengan beberapa petinggi Korea Selatan, Perwakilan Khusus Amerika Stephen Biegun menyatakan akan melakukan kunjungan ke Tokyo pada 7 Mei 2019, dan ke Seoul pada 9 Mei 2019.
Sementara Kementerian Pertahanan Jepang dalam keterangan resminya menyatakan tidak mendeteksi adanya rudal yang memasuki zona ekonomi eksklusifnya dan dengan demikian tidak ada dampak langsung terhadap keamanan nasionalnya.
• Gara-gara Film Avengers: Endgame, Walt Disney Jadi Penjual Film Terbesar?
Berita ini sudah diunggah di Kontan.co.id dengan judul Korea Utara ujicoba peluncur roket