Pemimpin Korea Utara Saksikan Latihan Militer, Meluncurkan Roket Jarak Jauh
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah memantau latihan pertahanan militer di wilayah Laut Jepang.
Roket-roket tersebut diluncurkan dari Semenanjung Hodo yang memang menjadi markas pasukan artileri Korea Utara.
Lokasi ini sebelumnya juga telah menembakan beberapa senjata yang dapat melontar hingga 200 kilometer.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Kantor Berita Pusat Korea atau Korean Central News Agency (KNCA) membuat pernyataan kalau Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah memantau latihan pertahanan militer di wilayah Laut Jepang.
Latihan pertahanan militer itu dalam rangka menguji keakuratan peluncur roket jarak jauh dan berkaliber besar.
Sementara pemerintah Korea Selatan juga telah melaporkan bahwa pihaknya melihat uji luncur tersebut dari beberapa tembakan yang berasal dari pantai timur Korea Utara.
• Fungsi ScreenPad di Asus ZenBook Pro 14 UX480
• Biar Tidak Bingung soal Harga Kebutuhan Pokok, Kini Bisa Cek Secara Online
• Perusahaan Asuransi Umum Memanfaatkan Momentum Libur Lebaran
Roket-roket tersebut diluncurkan dari Semenanjung Hodo yang memang menjadi markas pasukan artileri Korea Utara.
Lokasi ini sebelumnya juga telah menembakan beberapa senjata yang dapat melontar hingga 200 kilometer.
"Mereka memperlihatkan kecanggihan teknologi dan membalutnya dalam latihan yang cukup defensif," kata Ankit Panda, Asisten Senior di Federasi Ilmuwan Amerika menanggapi laporan yang diterbitkan KNCA, dikutip dari Bloomberg yang dilansir Kontan, Sabtu (4/5/2019).
• Stok Beras di Pasar Induk Beras Aman, Jadwal Pasar Murah di Jakarta Bulan Ini
• Memasuki Bulan Ramadan dan Lebaran, Perum Bulog Pastikan Ketersediaan Beras
• Uji Coba Tahap Kedua Penyaluran Subsidi LPG 3 Kg Dimulai
Aksi Korea Utara ini jadi ikhtiar paling provokatif yang dilakukan pemerintahan Kim setelah pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pertemuan antara Kim dan Trump itu gagal mencapai kesepakatan pada Februari lalu di Vietnam.
Termasuk yang paling signifikan setelah Kim pada November 2017 meluncurkan rudal balistik antar benua.
• Bagi Warren Buffett Banyak Uang Bukan Sumber Kebahagian, Bagaimana Alasannya?
• Melihat 6 Kebiasaan Orang Sukses seperti Warren Buffett dan Tim Cock
• Warren Buffett Sempat Meremehkan Jeff Bezos, Sekarang Beli Saham Amazon
Trump ikut geram atas aksi tersebut.
Dalam cuitannya Trump sedikit mengancam Kim untuk tak melakukan hal yang dapat memicu perang antar dua negara tersebut.
“Segala sesuatunya memang memungkikan, namun saya percaya Kim sepenuhnya sadar potensi ekonomi Korea Utara yang besar dan tak akan melakukan hal-hal yang dapat menganggu atau mengakhirinya. dia juga tahu, kalau kami sama-sama tak ingin janji yang ia ucapkan ke saya tak ditaati. Akan terjadi sebuah kesepakatan,” cuitnya pada Sabtu (4/5).
• Industri Kreatif Memberikan Kontribusi PDB Nasional Senilai Rp 1.000 Triliun
• Melirik Peluang Bisnis Sedotan Bambu, Mau Tahu Omzetnya?
• Persiapan Kementerian PUPR Jelang Mudik Lebaran 2019 soal Jalan Tol dan Jalan Nasional
Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders, mengakui akan melakukan monitoring secara ketat terhadap aktivitas militer Korea Utara selanjutnya.
Dalam laporannya, KNCA mengatakan, Kim masih kecewa lantaran permintaannya soal sanksi kepada Korea Utara tak digubris Trump pada pertemuan di Hanoi, Vietnam, Februari 2019 lalu.
Ditambah Kim juga terus menyebut Amerika sebagai negara yang beritikad buruk dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu.
• Strategi OJK Agar Fintech Dapat Meningkatkan Inklusi Keuangan di Masyarakat
• Soal Transaksi Keuangan, OJK Sarankan ke Perusahaan Fintech Juga Melapor ke PPTAK
Kepada Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara, Kim menyerukan, ia akan menunggu dengan sabar sampai akhir tahun ini untuk membuat kesepakatan yang lebih baik dengan Amerika.
Peluncuran roket juga bisa menjadi sinyal ancaman bagi Korea Selatan yang melakukan latihan militer gabungan bersama Amerika Serikat, meskipun Trump telah mengurangi frekuensi latihan tersebut.
Kim dalam beberapa pidatonya secara langsung juga telah menyatakan ketidaksukaannya atas latihan gabungan tersebut.
Setelah peluncuran, dan berkomunikasi dengan beberapa petinggi Korea Selatan, Perwakilan Khusus Amerika Stephen Biegun menyatakan akan melakukan kunjungan ke Tokyo pada 7 Mei 2019, dan ke Seoul pada 9 Mei 2019.
Sementara Kementerian Pertahanan Jepang dalam keterangan resminya menyatakan tidak mendeteksi adanya rudal yang memasuki zona ekonomi eksklusifnya dan dengan demikian tidak ada dampak langsung terhadap keamanan nasionalnya.
• Gara-gara Film Avengers: Endgame, Walt Disney Jadi Penjual Film Terbesar?
Berita ini sudah diunggah di Kontan.co.id dengan judul Korea Utara ujicoba peluncur roket