Kesehatan
12 Makanan-Minuman yang Bisa Melindungi dan Menjaga Kesehatan Hati
Kesehatan hati sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Disfungsi hati dapat menyebabkan penyakit hati, gangguan metabolisme, dan diabetes t
Jangan sepelekan hati Anda!
Pasalnya, hati sebagai organ tubuh penting ini bertanggung jawab memecah karbohidrat, membuat glokusa, dan detoksifikasi tubuh.
Hati juga menyimpan nutrisi dan menciptakan empedu yang diperlukan untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan yang disantap.
Ada banyak makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi seseorang untuk membantu melindungi hati.
Kesehatan hati sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Disfungsi hati dapat menyebabkan penyakit hati, gangguan metabolisme, dan diabetes tipe 2.
Meskipun mustahil mengelola semua faktor risiko, mengonsumsi makanan dan minuman tertentu dapat membantu meningkatkan kesehatan hati.
• Makanan-makanan ini Sumber Asam Lemak Omega-3 Terbaik untuk Kesehatan Jantung
Berikut makanan dan minuman terbaik untuk kesehatan hati:
1. Kopi
Anda yang penggemar kopi patut bersyukur karena kegemaran ini bisa menyehatkan hati Anda.
Minum kopi menawarkan perlindungan terhadap lemak di hati.
Berdasarkan penelitian tahun 2013 yang muncul dalam jurnal Liver International menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen orang di Amerika Serikat mengonsumsi kopi setiap hari.
Kopi tampaknya baik untuk hati, terutama masalah penyakit hati berlemak.
Tinjauan tersebut juga mencatat bahwa asupan kopi harian dapat membantu mengurangi risiko penyakit hati kronis.
Kopi juga dapat melindungi hati dari kondisi merusak, seperti kanker hati.
Satu studi tahun 2014 yang muncul dalam Journal of Clinical Gastroenterology menunjukkan bahwa efek protektif kopi adalah karena bagaimana memengaruhi enzim hati.
Kopi, menurut laporan tersebut, tampaknya mengurangi penumpukan lemak di hati. Kopi juga meningkatkan antioksidan pelindung di hati.
Senyawa dalam kopi juga membantu enzim hati membersihkan tubuh dari zat-zat penyebab kanker.
• Sudah Ngopi? Ini 7 Manfaat Kopi Hitam bagi Kesehatan Versi Kementerian Pertanian
2. Oatmeal
Mengonsumsi oatmeal adalah cara mudah untuk menambahkan serat ke dalam pola makan Anda.
Serat makanan sangat penting untuk kesehatan pencernaan. Serat spesifik dalam oat dapat membantu menyehatkan hati. Oat dan oatmeal tinggi senyawa yang disebut beta-glucans.
Studi tahun 2017 dalam laporan International Journal of Molecular Sciences, beta-glucans sangat aktif secara biologis di dalam tubuh.
Beta-glucans membantu memodulasi sistem kekebalan tubuh dan melawan peradangan, dan membantu dalam memerangi diabetes dan obesitas.
Ulasan tersebut juga mencatat bahwa beta-glucans dari gandum membantu mengurangi jumlah lemak yang tersimpan di hati pada tikus.
Orang-orang menambahkan gandum atau oatmeal untuk diet harus mengonsumsi gandum utuh ketimbang oatmeal yang dikemas.
Oatmeal yang telah dikemas kemungkinan mengandung zat pengisi seperti tepung atau gula, yang tidak bermanfaat bagi tubuh.
• Yuk, Bikin Hidangan dari Oatmeal
3. Teh hijau
Mengonsumsi teh hijau dapat membantu mengurangi kadar lemak secara keseluruhan.
Penelitian tahun 2015 di World Journal of Gastroenterology mencatat bahwa teh hijau dapat membantu mengurangi kadar lemak secara keseluruhan, melawan stres oksidatif.
Selain itu, teh hijau mengurangi tanda-tanda lain dari penyakit hati berlemak nonalkohol (NAFLD).
Teh hijau alami lebih baik daripada ekstrak, karena ekstrak dapat merusak hati daripada menyembuhkannya.
Studi juga mencatat bahwa masih belum ada rekomendasi khusus untuk orang-orang dengan kondisi ini untuk mengonsumsi teh atau ekstrak teh, tetapi kaitannya dengan kesehatan hati cukup menjanjikan.
• Kenali Sejuta Manfaat Luar Biasa Teh Hijau untuk Kesehatan Tubuh
4. Bawang putih
Menambahkan bawang putih ke dalam diet juga dapat membantu merangsang hati.
Penelitian tahun 2016 dalam jurnal Advanced Biomedical Research mencatat bahwa konsumsi bawang putih untuk mengurangi berat badan dan kandungan lemak pada orang tanpa perubahan pada massa tubuh tanpa lemak.
• Kunyah Bawang Putih Setiap Hari, Rasakan Manfaatnya Setiap Saat
5. Buah berri
Beragam buah berri, seperti blueberry, raspberry, dan cranberry, mengandung antioksidan yang disebut polifenol.
Polifenol ini dapat membantu melindungi hati dari kerusakan.
Penelitian di World Journal of Gastroenterology mengemukakan bahwa makan buah berri secara teratur juga dapat membantu merangsang sistem kekebalan tubuh.
6. Anggur
Penelitian dalam Jurnal Dunia Gastroenterologi melaporkan bahwa anggur, jus anggur, dan biji anggur, kaya akan antioksida.
Mengonsumsi anggur dapat membantu hati dengan mengurangi peradangan dan mencegah kerusakan hati.
Mengonsumsi buah anggur utuh sebagai cara sederhana untuk menambahkan senyawa ini ke dalam pola makan. Suplemen ekstrak biji anggur juga dapat memberikan antioksidan.
• Perut Langsing dengan Buah Anggur
7. Grapefruit
Studi World Journal of Gastroenterology juga menyebutkan grapefruit sebagai makanan yang bermanfaat.
Grapefruit mengandung dua antioksidan utama: naringin dan naringenin. Grapefruit membantu melindungi hati dari cedera karena mengurangi peradangan dan melindungi sel-sel hati.
Senyawa ini juga dapat mengurangi penumpukan lemak di hati dan meningkatkan enzim yang membakar lemak. Hal ini dapat membuat grapefruit alat yang berguna dalam perang melawan NAFL
8. Prickly pear
Buah dan jus buah berduri juga bermanfaat bagi kesehatan hati. Studi World Journal of Gastroenterology menunjukkan bahwa senyawa dalam buah ubu dapat membantu melindungi organ tubuh.
Kebanyakan penelitian berfokus pada ekstrak dari buah, bagaimanapun studi yang berfokus pada buah atau jus itu masih diperlukan.
9. Alpukat
Alpukat dan makanan nabati lainnya mengandung senyawa yang terkait erat dengan kesehatan hati.
Penelitian tahun 2015 yang muncul dalam jurnal Complementary and Alternative Medicine melaporkan bahwa sejumlah besar makanan nabati dapat membantu untuk kesehatan hati.
• Alpukat Bisa Atasi Keriput dan Rambut Rontok
10. Lemak ikan
Studi dalam World Journal of Gastroenterology menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan berlemak dan suplemen minyak ikan dapat membantu mengurangi dampak kerusakan hati.
Lemak ikan kaya asam lemak omega-3, yang merupakan lemak baik yang membantu mengurangi peradangan.
Lemak ikan dapat membantu kesehatan hati karena mencegah penumpukan lemak berlebih dan mempertahankan tingkat enzim dalam hati.
Studi ini merekomendasikan makan minyak ikan dua kali atau lebih setiap minggu.
Jika sulit mengonsumsi ikan berlemak seperti ikan haring atau salmon dalam menu makan, cobalah mengonsumsi suplemen ikan setiap hari.
11. Kacang-kacangan
Penelitian yang sama mengatakan bahwa makan kacang menjadi cara sederhana lain untuk menjaga hati tetap sehat.
Kacang-kacangan umumnya mengandung asam lemak tak jenuh, vitamin E, dan antioksidan. Senyawa ini dapat membantu mencegah kerusakan hati, serta mengurangi peradangan dan stres oksidatif.
Makan segenggam penuh kacang, seperti walnut atau kacang almond, setiap hari dapat membantu menjaga kesehatan hati.
Namun, mengonsumsi kacang tidak berlebihan karena memiliki kalori tinggi.
• Konsumsi Kacang-kacangan Bisa Cegah Kanker Prostat
12. Minyak zaitun
Makan terlalu banyak lemak tidak baik untuk hati, tetapi beberapa lemak dapat membantu.
Menurut studi World Journal of Gastroenterology, menambahkan minyak zaitun ke dalam pola makan dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan memperbaiki fungsi hati.
• Minyak Zaitun Kaya Anti-Oksidan, Tangkal Stroke dan Serangan Jantung
Hal ini disebabkan karena mengandung asam lemak tak jenuh dalam minyak. (Medical News Today)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/teh-hijau_20180718_082727.jpg)