Transportasi Jakarta
Ini yang Bikin Ahok dan Kapolda Tak Sejalannya Hapus 3 in 1
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, tetap bersikukuh bahwa kebijakan 3 in 1 tidak efektif.
Penulis: Mohamad Yusuf |
Sementara itu, Ahok juga menegaskan, bahwa sebenarnya pemberlakukan 3 in 1 tersebut, tidak efektif mengatasi kemacetan.
Pasalnya, kebijakan yang telah diberlakukan sejak 13 tahun itu, tetap tidak mengatasi kemacetan di ibu kota.
"Sekarang logika saja kalau semua bayar orang pakai joki, belasan tahun 3 in 1 macet nggak? Macet juga dan bukan cuma itu, jalan penghubung sekitarnya lebih macet," kata Ahok.
Menurut Ahok, dengan diberlakukan 3 in 1, banyak para pegawai kantoran menunggu jam diberlakukannya kebijakan itu selesai. Artinya kemacetan juga tidak bisa dihindarkan. Kemacetan tidak terpusat pada waktu tertentu.
"Orang pada ngantri, mobil nunggu jam (3 in 1 selesai). Sekarang tanpa 3 in 1 orang nggak nunggu jam, bebas," katanya.
Karena itu, ia mengaku bisa memperdebatkan bahwa kebijakan itu harus dihapus. Pasalnya, meski kemacetan terjadi di ruas jalur 3 in 1, namun, kepadatan kendaraan berkurang di jalan kolektor.
"Masalah 3 in 1 kita bisa berdebat, panggil tenaga ahli pertimbangkan juga. Misalnya, jalur arteri banyak yang kosong juga nggak? Kosong juga membuktikan. Mereka juga mengakui kosong. Yang di protokol naik 20 persen lebih, tapai kalau ditungguin, semua lancar," katanya.
Perpanjang Empat Bulan
Sementara, itu Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengatakan, bahwa pihaknya akan menambah waktu uji coba penghapusan selama empat pekan kedepan.
"Pertimbangannya satu minggu itu mungkin masyarakat belum mendapatkan bentuk untuk pola transportasi. Pola transportasi itu kan kalau teorinya itu sama dengan air. Dia mencari jalan-jalan atau ruas-ruas yang kosong," kata Andri, usai rapat koordinasi 3 in 1, dengan Forum Lalu Lintas, di Kantor Dishubtrans DKI, Jatibaru, Tanahabang, Jakarta Pusat, Kamis (14/4).
Dalam dua pekan yang dilaksanan uji coba penghapusan kebijakan tersebut, menurut Andri, masih hanya sebatas euforia para pengendara untuk menikmati bebasnya 3 in 1 tersebut.
Karena itu, terjadi kemacetan di ruas jalan itu sebesar 24,35 persen. Namun, ia mengklaim, di luar ruas tersebut, sebaliknya, kepadatan kendaraan berkurang.
"Nah, kita di sini memberikan kesempatan kepada masyarakat pengguna jalan untuk mencari bentuk sambil kita memperbaiki pola transportasi umum untuk melayani masyarakat," katanya.
Karena itu, pihaknya akan menerapkan penghapusan 3 in 1 dengan memperpanjang hingga sebulan kedepan.
"Langsung diterapkan mulai hari ini, sampai sebulan ke depan. Nanti kan saya akan mengeluarkan surat keputusan untuk uji coba yang menghapus 3 in 1 selama 4 minggu. Kalau uji coba kan cukup surat keputusan dari Kepala Dinas Perhubungan. Nanti kalau seumpamanya apakah itu dipermanenkan, ataukah dihapus pagi saja, atau diberlakukan kembali, nah itu nanti keputusannya ada di Pak Gubernur," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151006waspada-gunakan-joki-3-in-1_20151006_155409.jpg)