Pilpres 2019

Harimau Jokowi Ancam Gugat POM TNI Jika Tak Klarifikasi Rekam Jejak Prabowo Subianto

Ia mengatakan, jika Dedy tidak memberikan klarifikasi tersebut, maka pihaknya akan menggugat POM TNI sebagai institusi lewat praperadilan.

Harimau Jokowi Ancam Gugat POM TNI Jika Tak Klarifikasi Rekam Jejak Prabowo Subianto
TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN
Ketua Umum Harimau Jokowi Saiful Huda Ems 

PETRUS Selestinus, kuasa hukum Ormas Harimau Jokowi mengatakan, pihaknya memberikan waktu seminggu kepada Komandan Polisi Militer TNI Mayjen Dedy Iswanto, untuk memberikan klarifikasi kepada pihaknya.

Klarifikasi terkait rekam jejak calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto selama aktif sebagai prajurit TNI pada periode 1974 sampai 1998.

Ia mengatakan, jika Dedy tidak memberikan klarifikasi tersebut, maka pihaknya akan menggugat POM TNI sebagai institusi lewat praperadilan.

Tangkis Serangan Fitnah, Jokowi Bakal Kasih Sepeda kepada Pihak yang Masih Menyebutnya Antek Asing

Hal itu disampaikan Petrus seusai mendatangi Puspom AD di Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2019).

"Kita harus beri batas waktu ke PusPOM TNI. Kalau sampai dengan batas waktu satu minggu ini tidak ada jawaban, maka untuk kepentingan umum yang lebih besar, Harimau Jokowi akan menggugat praperadilan PusPOM TNI ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur," kata Petrus.

Tidak hanya itu, Petrus mengatakan, jika praperadilan sampai berlangsung, ia akan meminta mantan Danjen Kopassus dan Dewan Kehormatan Perwira Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar untuk memberikan kesaksiannya terkait Prabowo Subianto, saat masih aktif menjadi prajurit TNI.

Lima Fakta ART Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan, Potong Ari-ari Pakai Gunting Kuku Lalu Dibekap Kain

"Dan di dalam praperadilan kita minta Agum Gumelar harus bicara seperti yang diomongkan. Kita minta beliau jadi saksi. Kita minta hakim panggil Dewan Kehormatan Perwira yang waktu itu memeriksa Prabowo," tutur Petrus.

Sebelumnya, ormas Harimau Jokowi mendatangi Markas Pusat Polisi Militer (Puspom) Angkatan Darat di Jakarta Pusat pada Kamis (14/3/2019), untuk bertemu Komandan Polisi Militer TNI Mayjen Dedy Iswanto.

Namun, Ketua Umum Harimau Jokowi Saiful Huda Ems bersama kuasa hukum Harimau Jokowi Petrus Selestinus, tidak dapat bertemu Dedy, karena sedang berada di Markas Pusat Polisi Militer TNI di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur.

Siapa yang Cocok Jadi Ketua Umum PSSI? Erick Thohir dan Ahok Menolak, Cak Imin Bersedia

Seusai mendatangi kantor tersebut, Saiful mengatakan bahwa kedatangannya ke Puspom adalah untuk bertemu Komandan POM TNI Mayjen Dedy Iswanto.

Halaman
123
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved