Keluarga Korban Kecelakaan Tanjakan Emen Kena PHP Oknum Pemkot Tangsel

Janji manis itu membuat keluarga korban terus berharap akan datangnya bantuan dari Pemkot Tangsel.

Keluarga Korban Kecelakaan Tanjakan Emen Kena PHP Oknum Pemkot Tangsel
WARTA KOTA/ZAKI ARI SETIAWAN
Kepala FSKK Aang Junaedi selepas pertemuan dengan FSKK di Aula Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis (13/9/2018). 

PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan memberikan sejumlah janji kepada korban dan keluarga korban tragedi maut tanjakan Emen yang terjadi pada 10 Februari 2018 lalu.

Satu di antaranya adalah janji bantuan sosial yang dikatakan oleh oknum dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Oknum tersebut mengatakan kepada keluarga korban tanjakan Emen, bahwa pihak Pemkot Tangsel akan memberikan bantuan sosial kepada seluruh keluarga korban sesuai Perwal Nomor 49 Tahun 2017.

Baca: Pemkot Tangsel Janji Bayar Biaya Pemakaman Korban Tanjakan Emen Pakai APBD 2019

Keluarga korban tanjakan Emen yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keluarga Korban (FSKK) pun mencoba menagih janji tersebut yang tak kunjung dipenuhi.

"Kami FSKK, hanya perlu kepastian dari pihak Pemkot Tangsel terkait janji Perwal Nomor 49 Tahun 2017 kepada seluruh korban dimaksud, apakah ada atau tidak ada?" Tanya Kepala FSKK Aang Junaedi dalam pertemuan FSKK dan perwakilan Pemkot Tangsel, di Aula Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis (13/9/2018).

Janji manis itu membuat keluarga korban terus berharap akan datangnya bantuan dari Pemkot Tangsel.

Baca: Roy Suryo Tak Kunjung Kembalikan Aset Inventaris, Kemenpora Dianggap Tak Serius oleh BPK

"Di awal kita sudah dijanjikan, wajar kalau korban dan keluarga korban berharap, karena mereka saat itu membutuhkan," ucap Aang.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Tangsel Wahyunoto Lukman mengatakan, bantuan sosial yang tertuang dalam Perwal tidak diperuntukan bagi korban kecelakaan.

"Dalam Perwal tersebut tidak menjelaskan mengenai korban kecelakaan, melainkan bantuan bansos tersebut untuk masyarakat korban krisis sosial, ekonomi, politik, dan bencana alam, dan di sana tidak ada untuk korban kecelakaan,” jelas Wahyunoto di hadapan korban dan keluarga korban tanjakan Emen.

Baca: 2.800 Atlet dari 42 Negara Bakal Bertanding di Asian Para Games 2018

Setelah mengetahui hal itu, Aang menggarisbawahi oknum yang mengatakan janji tersebut, dan berharap Sekretaris Daerah Muhamad dan jajarannya bisa segera menindaklanjuti oknum terkait.

"Kita kan enggak tahu, naanti kalau ada bawahan kayak gitu ya kita panggil. Kan tidak disebutkan orangnya," papar Muhamad menanggapi oknum yang memberikan janji kepada korban dan keluarga korban.

Tragedi tanjakan Emen menyisakan luka dalam bagi warga Ciputat, mengingat rombongan bus maut itu berasal dari Koperasi Permata, Ciputat, Tangerang Selatan.

Sebanyak 27 orang termasuk pengendara motor yang melintas meninggal dunia, sedangkan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka. (*)

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help