Pemkot Tangsel Janji Bayar Biaya Pemakaman Korban Kecelakaan Tanjakan Emen Pakai APBD 2019

Sebelumnya, pihak pemerintah kota mengatakan akan menanggung seluruh prosesi pemakaman korban meninggal dunia yang berjumlah 26 jiwa.

Pemkot Tangsel Janji Bayar Biaya Pemakaman Korban Kecelakaan Tanjakan Emen Pakai APBD 2019
WARTA KOTA/ZAKI ARI SETIAWAN
FSKK mengadakan pertemuan dengan Sekda Tangsel Muhamad dan Kadinsos Tangsel Wahyunoto Lukman di Aula Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis (13/9/2018). 

KELUARGA korban tragedi tanjakan Emen yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keluarga Korban (FSKK), menagih janji Pemerintah Kota Tangerang Selatan tentang pembayaran biaya prosesi pemakaman.

Setelah insiden tanjakan Emen 10 Februari 2018 silam, keluarga korban yang merupakan rombongan Koperasi Permata, Ciputat, Tangerang Selatan, dijanjikan beberapa hal oleh Pemkot Tangsel.

"Untuk pemakaman, kita hanya menyatakan sikap apakah Pemkot Tangsel menanggung apa tidak?" Tanya Ketua FSKK Aang Junaedi di hadapan Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel Muhamad, dan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Tangsel Wahyunoto Lukman, di Aula Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis (13/9/2018).

Baca: Prabowo Sebut Utang Indonesia Naik Rp 1 Triliun per Hari, Jusuf Kalla: Kita Bisa Bayar

Sebelumnya, pihak pemerintah kota mengatakan akan menanggung seluruh prosesi pemakaman korban meninggal dunia yang berjumlah 26 jiwa.

Akan tetapi, janji tersebut tidak juga ditepati. Oleh karena itu, pihak Taman Makam Legoso yang menjadi tempat pemakaman korban tanjakan Emen belum dibayar.

Menanggapi pertanyaan itu, Sekda Tangsel Muhamad mengatakan akan membayarkan prosesi pemakaman para korban pada anggaran 2019.

Baca: Warga Malah Beli Mobil Baru untuk Menghindar, Anies Baswedan Ogah Permanenkan Perluasan Ganjil Genap

“Pembayaran akan dilakukan menggunakan anggaran di 2019," kata Muhamad dalam pertemuan bersama FSKK tersebut.

Muhamad menjelaskan di hadapan keluarga korban, pembayaran biaya pemakaman tidak bisa instan karena harus melewati sejumlah prosedur terlebih dahulu.

"Kenapa kita lama untuk membayarkan tanah makam ini? Karena pengeluaran anggaran bansos untuk pemakaman ini harus melalui mekanisme dan prosedur yang ada,” jelasnya. (*)

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help