TOPIK
Vaksinasi Covid19
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 205.089.475 (87,40 persen) penduduk hingga Sabtu (22/10/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 205.067.605 (87,39 persen) penduduk hingga Kamis (20/10/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 205.062.121 (87,38 persen) penduduk hingga Rabu (19/10/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 205.051.574 (87,38 persen) penduduk hingga Selasa (18/10/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.899.798 (87,32 persen) penduduk hingga Senin (17/10/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.722.385 (87,24 persen) penduduk hingga Selasa (11/10/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.711.835 (87,24 persen) penduduk hingga Senin (10/10/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.690.338 (87,23 persen) penduduk hingga Sabtu (8/10/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.678.004 (87,22 persen) penduduk hingga Jumat (7/10/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.640.930 (87,21 persen) penduduk hingga Selasa (4/10/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.627.029 (87,20 persen) penduduk hingga Senin (3/10/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.600.057 (87,19 persen) penduduk hingga Sabtu (1/10/2022) petang.
-
Dina menyebut, ada sejumlah daerah yang laju vaksinasinya cukup cepat, sehingga stok vaksin mulai menipis.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.585.788 (87,18 persen) penduduk hingga Jumat (30/9/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.570.152 (87,18 persen) penduduk hingga Kamis (29/9/2022) petang.
-
Nantinya, vaksin produksi PT Bio Farma (Persero) ini akan diperuntukan bagi kelompok dewasa atau usia di atas 18 tahun.
-
Program Vaksinasi Merdeka bahkan menjadi salah satu studi kasus yang diminta oleh Kantor Pusat OECD untuk dipresentasikan di Paris
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.545.913 (87,16 persen) penduduk hingga Rabu (28/9/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.523.962 (87,16 persen) penduduk hingga Selasa (27/9/2022) petang.
-
Pemerintah kini memberikan vaksinasi Covid-19 bagi warga negara asing (WNA).
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.502.073 (87,15 persen) penduduk hingga Senin (26/9/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.448.136 (87,12 persen) penduduk hingga Sabtu (24/9/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.421.993 (87,11 persen) penduduk hingga Jumat (23/9/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.410.982 (87,11 persen) penduduk hingga Kamis (22/9/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.361.302 (87,09 persen) penduduk hingga Selasa (20/9/2022) petang.
-
Ketua satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indoensia (IDI) ini juga menyebut masalah distribusi vaksin yang bisa saja terhambat.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.344.136 (87,08 persen) penduduk hingga Senin (19/9/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.317.934 (87,07 persen) penduduk hingga Sabtu (17/9/2022) petang.
-
Pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 204.283.621 (87,05 persen) penduduk hingga Jumat (16/9/2022) petang.
-
Berdasarkan data Kemenkes RI, capaian vaksinasi booster baru mencapai 26,46 persen atau sekitar 62.091.264 orang.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved