Vaksinasi Covid19

Akhir Tahun Ini Pemerintah Bakal Bikin Program untuk Tarik Minat Masyarakat Mau Divaksin Booster

Berdasarkan data Kemenkes RI, capaian vaksinasi booster baru mencapai 26,46 persen atau sekitar 62.091.264 orang.

Editor: Yaspen Martinus
TribunTangerang/Gilbert Sem Sandro
Pemerintah bakal menggenjot vaksinasi Covid-19 dosis ketiga alias booster, yang saat ini cakupannya masih rendah. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pemerintah bakal menggenjot vaksinasi Covid-19 dosis ketiga alias booster, yang saat ini cakupannya masih rendah.

Berdasarkan data Kemenkes RI, capaian vaksinasi booster baru mencapai 26,46 persen atau sekitar 62.091.264 orang.

“Booster ketiga ini masih rendah. Karena kan gimanapun pasti setelah enam bulan imunitasnya turun."

"Saya sendiri merasakan kemarin booster telat. Makanya kalau ada kesempatan, lebih baik booster lagi, toh vaksinnya ada.

"Nah, nanti kita akan beli nih, vaksinnya,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Mantan wamen BUMN ini berencana membuat terobosan di akhir tahun, sebagai upaya mengejar cakupan booster.

Baca juga: AHY Bilang SBY Juga Banyak Bangun Infrastruktur, Jokowi Tinggal Gunting Pita

Menurutnya, besar kemungkinan imunitas akan menurun pada awal 2023.

“Dugaan saya, kita akan menurun imunitasnya di awal tahun depan."

"Jadi itu sebabnya kita nanti boosternya keluar ini. Kita akan encourage yang belum booster ketiga, akan kita kejar lagi nih di akhir tahun,” ungkapnya.

Baca juga: Effendi Simbolon Tunjukkan Pesan WhatsApp yang Tak Dibalas Jenderal Dudung, Ada Love dan Merah Putih

Pihaknya sedang merancang program untuk dapat menjaring lebih banyak masyarakat mengikuti vaksinasi dosis ketiga.

“Nantinya kita akan bikin program lagi, supaya lebih banyak lagi yang vaksin ketiga, karena baru 60 jutaan orang kayaknya."

"Kita mau naikkan kalau bisa sampai 100 juta sampai akhir tahun,” sambung mantan dirut Bank Mandiri ini.

Baca juga: Divonis 5,5 Bulan Bui, Napoleon Bonaparte: Allah Sedang Menyelamatkan Saya dari Kekufuran

Budi juga memastikan akan memprioritaskan dua vaksin produk dalam negeri produksi BUMN Farmasi PT Bio Farma (Persero) Indovac dan Vaksin Inavac, sebagai vaksin booster.

“Kemenkes berkomitmen ingin mereka maju, dan harus jadi."

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved