Vaksinasi Covid19

Hebat! Vaksinasi Merdeka Inisiasi Polda Metro Jaya Dipresentasikan dalam Forum OECD di Paris

Program Vaksinasi Merdeka bahkan menjadi salah satu studi kasus yang diminta oleh Kantor Pusat OECD untuk dipresentasikan di Paris

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dian Anditya Mutiara
dok istimewa
Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran saat tampil di layar televisi dalam rapat tahunan Organisasi Internasional Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). Perwakilan Indonesia diundang dalam rapat tahunan di Paris 


WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Keberhasilan penanganan Covid-19 di Indonesia tak dapat dilepaskan dari program vaksinasi, salah satunya program Vaksinasi Merdeka.

Program yang diinisasi oleh Polda Metro Jaya itu mendapat perhatian organisasi internasional, yakni OECD (Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi).

Program Vaksinasi Merdeka bahkan menjadi salah satu studi kasus yang diminta oleh Kantor Pusat OECD untuk dipresentasikan di Paris, Perancis.

Kepala Posko Vaksinasi Merdeka Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Supriyanto mengatakan, Vaksinasi Merdeka dipresentasikan karena inovasi program itu dinilai sejalan dengan rekomendasi OECD untuk para pengambil kebijakan di seluruh dunia.

Baca juga: Malam Hari, Polsek Metro Penjaringan Buka Gerai Vaksinasi Merdeka di Pulau Reklamasi Jakarta Utara

Adapun Vaksinasi Merdeka yang dilakukan di wilayah hukum Polda Metro Jaya menggunakan pendekatan komunikasi sosial yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Supriyanto mengklaim, vaksinasi merdeka menekankan pada kekuatan partisipasi aktif publik yang diawali dengan pendekatan persuasif kepolisian, melalui desain program yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan publik.

"Metode ini berhasil karena meninggalkan pendekatan Top Bottom menjadi Bottom Up, sehingga no one left behind,” ujar dia, dalam keterangannya pada Kamis (29/9/2022).

Hasilnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil mengendalikan Covid-19 melalui program vaksinasi.

Padahal, Indonesia diketahui bukanlah negara produsen vaksin seperti Tiongkok, Uni Eropa, India, hingga Rusia.

Baca juga: VAKSINASI Covid-19 28 September 2022: I: 204.545.913, II: 171.147.987, III: 63.428.702, IV: 606.826

Di sisi lain, peneliti program Vokasi Universitas Indonesia, Devie Rahmawati mengatakan dengan jumlah populasi, luas wilayah, dan serbuan hoax, program vaksinasi awalnya tidak disambut positif oleh masyarakat luas.

Hingga Indonesia pernah mengalami guncangan sosial di saat serbuan varian Delta.

"Vaksinasi merdeka mengawinkan tiga pendekatan, yaitu behavioral insights, penggunaan teknologi digital serta kearifan sosial, gotong-royong, yang berhasil melahirkan metode penyelengaraan vaksinasi yang kolosal di berbagai titik dengan biaya penyelenggaraan yang efisien (cost per shoot US$ 0,6-1)," katanya.

"Lalu pengelolaan ribuan relawan yang bekerja secara bersamaan di satu waktu secara masif, penyelenggaraan yang singkat (17 hari)," sambung Devie.

Namun, dengan dampak yang terukur, capaian warga yang tervaksinasi lebih dari 97 persen.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved