Selasa, 5 Mei 2026

Kemensos

Setahun Sekolah Rakyat, Gus Ipul Tekankan Pendidikan Berbasis Data dan Empati

Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan tempat pendidikan yang berbasis data dan empati.

Tayang:
Kemensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggelar zoom meeting bersama kepala Sekolah Rakyat, tenaga pendidik, dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kantor Kementerian Sosial, Senin (4/5/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan arah Sekolah Rakyat menjelang satu tahun penyelenggaraan dengan fokus pada pendidikan berbasis data, empati, serta perlindungan dan pengembangan potensi siswa. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggelar zoom meeting bersama kepala Sekolah Rakyat (SR), tenaga pendidik, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kantor Kementerian Sosial, Senin (4/5/2026). 

Pertemuan ini digelar dalam rangka persiapan menuju satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat pada 14 Juli 2026.

Dalam arahannya, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi anak-anak yang sebelumnya berada dalam situasi sosial rentan, baik dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun akses pendidikan dasar.

“Ini saling belajar dengan semangat untuk bisa melayani sesuai tugas masing-masing dengan penuh empati. Mereka yang kita didik ini adalah siswa-siswa istimewa, titipan Tuhan dan negara,” ujarnya.

Gus Ipul menegaskan larangan keras terhadap bullying, kekerasan fisik maupun kekerasan seksual, serta intoleransi di lingkungan Sekolah Rakyat.

Menurutnya, pelanggaran dalam bentuk apapun tidak dapat ditoleransi dan akan dikenakan sanksi tegas.

“Tidak boleh ada bullying, tidak boleh ada kekerasan seksual maupun kekerasan fisik, dan tidak boleh ada intoleransi. Jika terbukti, bisa langsung diberhentikan,” tegasnya.

Memasuki satu tahun penyelenggaraan, Gus Ipul memperkenalkan tema 'Dari Terlantar Menuju Bersinar' sebagai arah pengembangan Sekolah Rakyat.

Tema ini diarahkan untuk memperkuat prestasi, karakter, serta ruang ekspresi siswa di berbagai bidang.

Ia juga meminta setiap sekolah tidak hanya mencatat capaian akademik, tetapi juga perkembangan sosial dan minat bakat siswa, termasuk seni, olahraga, dan keterampilan. 

Dari sisi data, Kementerian Sosial mencatat terdapat 59 Sekolah Rakyat yang telah terakreditasi dengan total 453 siswa yang akan lulus pada 2026.

Komposisi lulusan terdiri dari 329 siswa SD, 113 SMP, dan 11 SMA. Hasil asesmen awal menunjukkan sebagian siswa mulai memiliki arah masa depan, di antaranya 5 siswa berencana kuliah, 4 siswa ingin masuk TNI, dan 2 siswa masih dalam proses menentukan pilihan.

Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada lulusan Sekolah Rakyat yang kehilangan arah setelah menyelesaikan pendidikan.

Setiap anak, kata dia, harus mendapatkan pendampingan sesuai potensi masing-masing.

“100 anak, 100 kesempatan. Setiap anak punya jalan dan peluang yang berbeda, dan tugas kita memastikan semua punya ruang untuk bersinar,” ujarnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved