Kemensos
Setahun Sekolah Rakyat, Gus Ipul Tekankan Pendidikan Berbasis Data dan Empati
Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan tempat pendidikan yang berbasis data dan empati.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggelar zoom meeting bersama kepala Sekolah Rakyat (SR), tenaga pendidik, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kantor Kementerian Sosial, Senin (4/5/2026).
Pertemuan ini digelar dalam rangka persiapan menuju satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat pada 14 Juli 2026.
Dalam arahannya, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi anak-anak yang sebelumnya berada dalam situasi sosial rentan, baik dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun akses pendidikan dasar.
“Ini saling belajar dengan semangat untuk bisa melayani sesuai tugas masing-masing dengan penuh empati. Mereka yang kita didik ini adalah siswa-siswa istimewa, titipan Tuhan dan negara,” ujarnya.
Gus Ipul menegaskan larangan keras terhadap bullying, kekerasan fisik maupun kekerasan seksual, serta intoleransi di lingkungan Sekolah Rakyat.
Menurutnya, pelanggaran dalam bentuk apapun tidak dapat ditoleransi dan akan dikenakan sanksi tegas.
“Tidak boleh ada bullying, tidak boleh ada kekerasan seksual maupun kekerasan fisik, dan tidak boleh ada intoleransi. Jika terbukti, bisa langsung diberhentikan,” tegasnya.
Memasuki satu tahun penyelenggaraan, Gus Ipul memperkenalkan tema 'Dari Terlantar Menuju Bersinar' sebagai arah pengembangan Sekolah Rakyat.
Tema ini diarahkan untuk memperkuat prestasi, karakter, serta ruang ekspresi siswa di berbagai bidang.
Ia juga meminta setiap sekolah tidak hanya mencatat capaian akademik, tetapi juga perkembangan sosial dan minat bakat siswa, termasuk seni, olahraga, dan keterampilan.
Dari sisi data, Kementerian Sosial mencatat terdapat 59 Sekolah Rakyat yang telah terakreditasi dengan total 453 siswa yang akan lulus pada 2026.
Komposisi lulusan terdiri dari 329 siswa SD, 113 SMP, dan 11 SMA. Hasil asesmen awal menunjukkan sebagian siswa mulai memiliki arah masa depan, di antaranya 5 siswa berencana kuliah, 4 siswa ingin masuk TNI, dan 2 siswa masih dalam proses menentukan pilihan.
Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada lulusan Sekolah Rakyat yang kehilangan arah setelah menyelesaikan pendidikan.
Setiap anak, kata dia, harus mendapatkan pendampingan sesuai potensi masing-masing.
“100 anak, 100 kesempatan. Setiap anak punya jalan dan peluang yang berbeda, dan tugas kita memastikan semua punya ruang untuk bersinar,” ujarnya.
| Wamensos Agus Jabo: Kampung Berdaya dan PPSE Stimulus Masyarakat Lebih Produktif |
|
|---|
| Siswa Sekolah Rakyat Manado Raih Medali Kejuaraan Wushu Piala Wali Kota Surabaya 2026 |
|
|---|
| Kemensos dan Pemkot Makassar Libatkan Masyarakat untuk Pengawasan Panti Asuhan |
|
|---|
| Gus Ipul Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Surabaya, Tulis Pesan Menyentuh |
|
|---|
| Wamensos Agus Jabo Lepas Kontingen Garuda Baru ke Street Child World Cup Mexico 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Gus-Ipul-zoom-meeting-bersama-kepala-Sekolah-Rakyat.jpg)