Berita Nasional
Dipecat Menkes, dr Piprim: Bukan Soal 28 Hari Absen, Tapi Soal Independensi Kolegium
Dipecat Menkes Budi Gunadi, dr Piprim buka suara soal mutasi dan 28 hari absen. Ia sebut ini terkait independensi kolegium kedokteran.
Buntut pemecatan oleh Menteri Kesehatan, dr. Piprim Basarah Yanuarso harus kehilangan akses melayani pasien jantung anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Dr Piprim telah mengabdi selama 28 tahun tanpa cacat rekam jejak di rumah sakit tersebut.
Kini, ia mendapat banyak dukungan karena permasalahannya tersebut. Bahkan, ada yang menyarankan agar dr. Piprim pindah dan berpraktik di luar negeri yang lebih menghargai tenaga medis.
Namun, dokter senior ini menolak usulan tersebut. Ia mengaku rela menjadi 'martir' demi membela sejawat sejawatnya dan pasien-pasien tidak mampu di Indonesia.
“Saya sudah tidak muda lagi, cucu saya sudah tujuh. Opsi ke luar negeri itu mungkin cocok untuk anak-anak muda. Hidup saya ada di Indonesia,” ujar dr. Piprim saat wawancara khusus dengan Tribunnews, beberapa waktu lalu.
Dia bahkan mengungkapkan keinginannya untuk terus mengabdi di RSCM hingga pensiun atau bahkan sampai mati.
“Saya sangat menyayangi pasien-pasien di sana. Tetapi ya begitulah, negara yang memaksa untuk memutusnya,” jelasnya
Petikan Wawancara dengan dr Piprim
Berikut petikan wawancara khusus Tribunnews dengan dr. Piprim Basarah Yanuarso:
Tanya: Kemenkes menyebut Anda dipecat karena tidak masuk 28 hari, namun Anda merasa ini soal mutasi paksa. Bagaimana kejadian sebenarnya, Dok?
Jawab: Sebetulnya kita mesti merunut ke belakang. Kenapa saya tidak masuk 28 hari itu ada alasannya, bukan karena malas.
Sebagai Ketua IDAI, saya menjalankan amanah Kongres untuk mengawal independensi Kolegium Kedokteran yang sudah berdiri 50 tahun.
Tiba-tiba, Menkes membuat kolegium versi Kemenkes dengan pemilihan online yang hanya diikuti 120 orang dari 5.400 dokter anak. Jelas ini tidak representatif.
Karena saya keras menentang dualisme ini, Februari lalu saya sudah diwanti-wanti. Ada pejabat Kemenkes yang bilang, "Prim, kamu sudah ditandai. Kalau terus menentang, kamu akan dimutasi." Dan benar saja, bulan April saya tiba-tiba dimutasi dari RSCM ke RS Fatmawati tanpa diskusi.
Tanya: Kemenkes beralasan mutasi itu untuk pemerataan layanan karena RS Fatmawati butuh dokter jantung anak. Tanggapan Anda?
Jawab: Pak Menteri sudah berbohong di hadapan publik. Di Fatmawati itu sudah ada dokter jantung anak yang bekerja bertahun-tahun, yang kebetulan murid saya.
| BNPP Evaluasi Program Perbatasan, Dorong Sinkronisasi Program Kementerian-Lembaga |
|
|---|
| Penjelasan Airlangga Soal Harga Avtur Naik Akibat Perang Timteng, Tiket Pesawat Naik 13 Persen |
|
|---|
| Petisi Ahli Bela Polda Metro, Sebut Gugatan Soal Kasus Roy Suryo Dinilai Prematur |
|
|---|
| Terungkap 88,8 Persen Masyarakat Puas Penyelenggaraan Angkutan Mudik Lebaran 2026 |
|
|---|
| Idrus Marham Kecam Narasi Provokatif soal Prabowo, Ingatkan Bahaya Polarisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dr-piprim-wawancara-khusus.jpg)