Minggu, 26 April 2026

Terorisme

World Terrorism Index 2025, Indonesia Kategori Low Impact di Peringkat 15

Pada tahun 2024, Indonesia berada di peringkat 51 dengan skor 18 dan masuk dalam kategori low impact.

Editor: Ahmad Sabran
Hand Over
WTI 2025- World Terrorism Index 2025 menunjukkan Indonesia masih termasuk dalam kategori low impact dan dengan adanya perbaikan skor menjadi 15. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-  Program Studi Kajian Terorisme Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan acara "World Terrorism Index: Peluncuran dan Diskusi WTI 2025".

Acara dilaksanakan di Gedung IASTH UI Lantai 5 Kampus Salemba, forum strategis ini mempertemukan akademisi, aparat penegak hukum, dan pembuat kebijakan untuk membedah peta baru ancaman terorisme global dan implikasinya bagi Indonesia.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan Wakil Direktur Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Kerja Sama, Maureen Pomsar Lumban Toruan mewakili Direktur SPPB UI.

Ia mengatakan, SPPB UI menegaskan komitmen universitas sebagai jembatan antara riset akademik dan kebijakan praktis untuk mendukung penanganan terorisme di Indonesia.

Sesi dilanjutkan dengan Keynote Speech dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang diwakili oleh BJP Mochamad Rosidi.

Ia mengapresiasi kehadiran WTI 2025 sebagai instrumen vital dalam membaca tren global. BNPT menekankan bahwa data berbasis riset sangat diperlukan untuk mempertajam Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE), memastikan langkah negara tetap relevan di tengah dinamika ancaman yang terus berubah.

Dalam acara yang sama, peneliti WTI Muhamad Syauqillah, , dan Adhiascha Soemitro memaparkan temuan tahun 2025. Dalam paparannya, tim peneliti mengungkapkan data komparatif posisi Indonesia.

Pada tahun 2024, Indonesia berada di peringkat 51 dengan skor 18 dan masuk dalam kategori low impact.

Pada tahun 2025, tercatat bahwa Indonesia masih termasuk dalam kategori low impact dan dengan adanya perbaikan skor menjadi 15.

Baca juga: Bareskrim Polri Tetapkan Eks Kapolres Bima Kota Tersangka Kasus Narkoba

Perbaikan ini secara spesifik disebabkan oleh penurunan jumlah operasi penangkapan sebelum aksi teror, yang secara langsung mengurangi skor total berdasarkan bobot penilaian indeks.

Kemudian, peringkat Indonesia turut mengalami pergeseran dari posisi 51 pada tahun 2024 ke peringkat 45 di tahun 2025.

Tim peneliti menjelaskan bahwa kenaikan peringkat di tengah perbaikan skor ini terjadi karena negara-negara lain kemungkinan mengalami perbaikan skor yang jauh lebih signifikan atau kondisi keamanannya cenderung stabil, sehingga memengaruhi posisi relatif Indonesia dalam pemetaan global.

Sementara itu, laporan WTI 2025 menyoroti sejumlah temuan utama tren terorisme pada tahun 2025 ini. Pertama terkait dengan kerentanan anak muda dan remaja, serta Digitalisasi Teror yang kini telah berkembang menjadi fenomena global.

"Kami menemukan peningkatan dalam radikalisasi dan rekrutmen anak muda melalui platform digital. Kelompok ekstremis kini memanfaatkan media sosial, pesan terenkripsi, hingga fitur percakapan dalam gim daring (online games) untuk menyebarkan propaganda. Metode ini mempercepat proses radikalisasi karena berlangsung efektif, cepat, dan sulit terdeteksi oleh pengawasan konvensional," ungkap tim peneliti. 

Baca juga: Kebakaran Gudang Pestisida di Taman Tekno, PT Biotek Klaim Sudah Netralisasi Sungai

Lalu, temuan lainnya menggarisbawahi kekhawatiran terkait eskalasi serangan yang terjadi pada sejumlah negara di kawasan Afrika.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved