Terorisme
Densus 88 Bedah Buku Perjalanan Kelompok Teroris Jemaah Islamiyah Hingga Dibubarkan
Indonesia pernah dalam situasi khawatir pada terorisme, yakni saat Jemaah Islamiyah (JI) eksis. Berkat Densus 88, mereka dibubarkan.
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Densus 88 Anti Teror Polri bersama Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menggelar acara bedah buku bertajuk “JI The Untold Story (Perjalanan Kisah Jemaah Islamiyah)”.
Buku ini merupakan karya Kepala Densus 88 Anti Teror Polri Irjen Pol Sentot Prasetyo.
Acara ini menjadi momentum penting dalam mendorong kajian akademik atas fenomena pembubaran kelompok radikal terorisme Jemaah Islamiyah (JI).
Baca juga: Densus 88 Ringkus 9 Terduga Teroris Jemaah Islamiyah di Jawa Tengah, 6 Senpi dan 246 Amunisi Disita
Baca juga: Densus 88 Berhasil Tangkap 5 Terduga Teroris Jaringan Jemaah Islamiyah
Jemaah Islamiyah (JI) adalah jaringan teroris klandestin yang berbasis di Indonesia.
Organisasi JI dibentuk pada awal 1990-an, dengan tujuan mendirikan negara Islam yang meliputi Thailand selatan, Malaysia, Singapura, Indonesia, Brunei, dan Filipina selatan.
Pembubaran itu diakui Irjen Pol Sentot sebagai bagian dari narasi sejarah gerakan radikal terorisme di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jawa Timur, dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr Mundakir, Kamis (31/7/2025).
Mundakir dalam sambutannya menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membedah fenomena sejarah secara ilmiah dan terbuka.
“Pembubaran Jemaah Islamiyah bukan sekadar urusan keamanan, melainkan bagian dari dinamika sejarah sosial-keagamaan yang harus dikaji secara mendalam," ujarnya.
"Kampus memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan narasi-narasi yang jernih dan mencerahkan," imbuh Mundakir.
Sementara itu, anggota Densys 88 Anti Teror Polri, AKBP Joko Dwi Harsono membeberkan isi buku tersebut.
Ia mengulas perjalanan panjang kelompok radikal terorisme JI, mulai dari jejaring awalnya hingga pembubaran resminya.
Buku ini, menurut Joko Dwi Harsono bukan hanya dokumentasi sejarah, melainkan juga bentuk kontra narasi terhadap propaganda ideologis kelompok radikal terorisme.
"Penanganan kelompok radikal terorisme JI ini secara hukum dan operasional di lapangan," ungkap Joko.
Mantan Kapolres Sumedang, Jawa Barat itu melanjutkan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program literasi kontra narasi radikal terorisme yang tengah digalakkan oleh Densus 88 AT Polri bersama institusi pendidikan tinggi.
| Eks Napiter Ingatkan Pemerintah: Pendekatan Militer Berlebihan Justru Lahirkan Radikalisme Baru |
|
|---|
| World Terrorism Index 2025, Indonesia Kategori Low Impact di Peringkat 15 |
|
|---|
| 110 Anak Indonesia Diduga Terpapar Terorisme, Densus 88 Ungkap Modus Rekrutmen Digital |
|
|---|
| Densus 88 Bekuk 4 Pendukung ISIS di Sumatera, Aktif Propaganda Teror di Medsos, Ini Identitasnya |
|
|---|
| Tak Ada Ledakan Bom, Densus 88 Tangkap Enam Terduga Teroris di Empat Wilayah Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bedah-buku-densus.jpg)