Senin, 8 Juni 2026

Universitas Indonesia

UI Gelar Budaya Potensi Desa Sawan: Revitalisasi Pande Besi dan Pande Gong Menuju Rumah Budaya Desa

Gelar Budaya Potensi Desa Sawan: Revitalisasi Warisan Pande Besi dan Pande Gong Menuju Rumah Budaya Desa

Tayang:
Editor: Dodi Hasanuddin
Tribunnews.com
GELAR BUDAYA - Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia (DPIS UI), bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sawan dan Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA), menyelenggarakan Gelar Budaya Potensi Desa Sawan di Griya Taman, Desa Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (27/11/2025). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia (DPIS UI), bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sawan dan Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA), menyelenggarakan Gelar Budaya Potensi Desa Sawan di Griya Taman, Desa Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (27/11/2025).

Kegiatan ini menjadi awal dari program rintisan Rumah Budaya Desa Sawan, sebuah inisiatif yang dirancang untuk mengangkat, merawat, serta mengembangkan potensi budaya khas desa, terutama tradisi pande besi dan pande gong yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat.

Baca juga: Gandeng Universitas Terkemuka Rusia, UI Perkuat Riset Transportasi Cerdas untuk Kota Masa Depan

Desa Sawan dikenal sebagai salah satu pusat penting seni kerajinan logam di Bali Utara.

Keahlian para pande besi dan pande gong tidak hanya menghasilkan peralatan pertanian, peralatan rumah tangga, serta gamelan berkualitas tinggi, tetapi juga menempatkan Desa Sawan dalam peta seni pertunjukan dunia.

Gamelan Gong Kebyar dari Desa Sawan telah tercatat tampil dalam misi kebudayaan ke Tiongkok pada tahun 1955 dan melakukan perjalanan seni ke Eropa pada tahun 1978.

Hal ini menunjukkan pengakuan internasional atas kapasitas dan kualitas para senimannya.

Baca juga: Kolaborasi Tsinghua University, Rektor UI Prof Heri: Kembangan Vaksin Dengue Berbasis Teknologi mRNA

Ketua Tim Pengabdi dari Universitas Indonesia, Dr. Ari Prasetiyo, S.S., M.Si. menegaskan bahwa Desa Sawan memiliki kekayaan budaya yang bukan hanya penting bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi ekosistem kebudayaan Bali Utara.

“Rumah budaya ini diharapkan menjadi ruang belajar, berkarya, dan berbagi, sehingga tradisi turun-temurun seperti kerajinan logam tetap lestari dan relevan bagi generasi muda,” ujarnya.

Kepala Desa Sawan, Nyoman Wira, turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini dan melihat program tersebut sebagai peluang penting bagi pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas budaya desa.

Kegiatan ini juga diisi dengan pemberian motivasi budaya dari Guru Sugi Lanus, seorang budayawan Bali, yang menekankan bahwa tradisi pande besi dan pande gong bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan bentuk pengetahuan spiritual yang menghubungkan manusia dengan lingkungan serta warisan leluhur.

Ia mendorong masyarakat untuk menjadikan rintisan rumah budaya sebagai ruang rekonstruksi ingatan kolektif dan penguatan rasa memiliki terhadap tradisi.

Pengembangan Rumah Budaya

Selama berlangsungnya acara, peserta mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan seni, peresmian rencana pendirian rumah budaya, hingga peninjauan pameran potensi Desa Sawan yang menampilkan beragam produk kerajinan pande besi dan pande gong beserta narasi sejarah desa.

Suasana budaya semakin hidup dengan penyelenggaraan workshop tari Bali dan gamelan Bali yang melibatkan masyarakat setempat, khususnya generasi muda.

Baca juga: UI Kenalkan Inovasi Teh Mangrove, Produk Herbal Antioksidan dari Pulau Harapan

Selain itu, Universitas Indonesia beserta Fakultas Kedokteran UNDIKSHA juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum secara gratis bagi warga penyuluhan dan sosialisasi K3L sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan Gelar Budaya Potensi Desa Sawan ini, Universitas Indonesia, Desa Sawan, dan UNDIKSHA berharap dapat membangun pijakan yang kokoh bagi pengembangan rumah budaya yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Kepala Subdirektorat Pengabdian Masyarakat, Dosen dan Mahasiswa DPIS UI, Widhyasmaramurti, S.S., M.A., M.P.P, yang khusus hadir ke Desa Sawan untuk membuka acara mengatakan bahwa program ini tidak hanya merayakan kekayaan tradisi, tetapi juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat ketahanan budaya dalam kehidupan masyarakat Bali Utara.

 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved