Literasi Digital jadi Modal Penting Hadapi Beragam Ancaman Modus Scam dan Phishing
Literasi digital dianggap menjadi sangat penting di tengah beragam modus scam dan phishing yang memanfaatkan keadaan psikologis calon korban.
Dalam konteks pengamanan transaksi digital, literasi digital menjadi aspek yang sangat krusial.
Teknologi keamanan berlapis yang sudah tersedia seperti PIN, OTP, biometrik, dan KYC, tidak akan efektif sepenuhnya apabila pengguna tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang cara melindungi data pribadinya.
Oleh karena itu, masyarakat juga perlu terus diingatkan untuk tidak pernah membagikan data sensitif seperti PIN, OTP, maupun informasi identitas lainnya kepada pihak manapun.
Di dalam forum ini, turut disampaikan beberapa rekomendasi seperti perlunya memperjelas definisi “transaksi elektronik berisiko tinggi” melalui peraturan teknis turunan dari UU ITE.
Pada saat yang sama, ruang inovasi bagi industri juga perlu tetap dijaga, termasuk mendorong kolaborasi antar pelaku sebagaimana ditunjukkan oleh keberhasilan IASC.
Selain itu, pelindungan data pribadi pengguna juga harus ditempatkan sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem digital yang berorientasi pada kepentingan konsumen.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| Pembayaran Digital Meningkat, Midtrans Tegaskan Keamanan dan Keandalan Sistem |
|
|---|
| Pramono Dorong Pembayaran QRIS di 157 Pasar Jakarta, Diklaim Bisa Kurangi Pencopetan |
|
|---|
| Ratusan Mahasiswa Binus University Ikuti Literasi Digital soal Aset Kripto |
|
|---|
| Bukan Sekadar Chatting, Warga Cipinang Timur Belajar Komunikasi Digital yang Beretika |
|
|---|
| Sambut Mahasiswa Baru, UNAS Bekali Karakter dan Literasi Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Diskusipublik-bertema-Transaksi-Digital-Anti-Ribet-Anti-Worry-pada-25-September-2025.jpg)