Minggu, 26 April 2026

Makan Bergizi Gratis

Kasus Keracunan dan Serapan Rendah, Program MBG Kini Dievaluasi

Program Makan Bergizi Gratis tengah dievaluasi menyusul rendahnya serapan anggaran dan kasus keracunan di beberapa daerah.

YouTube Kompas TV
EVALUASI MBG - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa dialihkan jika serapan dana terus rendah. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto, kembali jadi sorotan.

Selain serapan anggaran yang rendah, muncul pula kasus keracunan massal di berbagai daerah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun menegaskan, dana MBG bisa dialihkan ke program lain yang lebih siap, termasuk bantuan pangan berupa beras, bila pelaksanaan tidak optimal.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anggaran MBG bisa digunakan untuk program lain yang lebih siap, termasuk bantuan pangan berupa 10 kilogram beras, jika serapan dana tidak optimal.

Menurutnya, langkah ini bukan bentuk teguran, melainkan upaya agar anggaran negara bisa dimanfaatkan secara optimal.

“Daripada nganggur duitnya, kan saya bayar bunga juga,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Purbaya menekankan, dukungan terhadap MBG tetap diberikan.

Baca juga: Mulai Januari 2026, Program Makan Bergizi Gratis Sasar 82,9 juta Anak di Indonesia

Namun jika serapan anggaran terus rendah, pemerintah akan menyalurkan dana tersebut ke sektor lain yang lebih membutuhkan.

Pernyataan ini memperkuat sikap Purbaya yang sebelumnya juga sempat ramai diperbincangkan di media sosial, menyusul rendahnya serapan anggaran MBG yang baru mencapai sekitar 18,6 persen dari total pagu Rp71 triliun.

Dalam pernyataan sebelumnya, Purbaya menegaskan:

“Kalau di akhir Oktober kita bisa hitung dan kita antisipasi penyerapannya hanya sekian, ya kita ambil juga uangnya. Kita sebar ke tempat lain, atau untuk mengurangi defisit, atau untuk mengurangi utang.”

Ia menjelaskan bahwa pengalihan anggaran merupakan langkah realistis agar dana negara tidak terbuang percuma.

Dana bisa dialihkan ke program lain yang lebih siap atau langsung ke masyarakat.

“Saya akan alihkan ke tempat lain yang lebih siap atau ke masyarakat seperti perluasan bantuan yang dua kali 10 kilogram beras, kan bisa diperpanjang ke situ kalau memang nggak bisa diserap,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa jika program MBG berjalan baik dan anggaran terserap, maka tidak ada alasan untuk realokasi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved