Minggu, 26 April 2026

Mulai Januari 2026, Program Makan Bergizi Gratis Sasar 82,9 juta Anak di Indonesia

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menyasar anak-anak di berbagai daerah di Indonesia di mana diproyeksikan 82,9 juta anak jadi sasaran.

Editor: Junianto Hamonangan
dok. Forum Tempe Indonesia
SASAR ANAK DI INDONESIA - Sejumlah murid menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan Presiden RI Prabowo Subianto. Program MBG menyasar anak-anak di berbagai daerah di Indonesia di mana diproyeksikan 82,9 juta anak jadi sasaran. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menyasar anak-anak di berbagai daerah di Indonesia. 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan program MBG diproyeksikan menyasar 82,9 juta anak di Indonesia mulai Januari 2026. 

Nantinya program MBG itu diperkirakan menyedot anggaran senilai Rp 1,2 triliun per hari untuk memberi makan bergizi.

"Insya Allah tahun depan kita akan mulai dari Januari dengan 82,9 juta (anak) dan Badan Gizi Nasional akan spending Rp 1,2 triliun per hari," ujar Dadan, Selasa (9/9/2025).

Besarnya anggaran yang digelontorkan tersebut sangat besar dengan perbandingan yang mencolok. 

Hal ini sama seperti setengah anggaran tahunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas. 

"Nah ini sama dengan setengah anggaran Kementerian Perencanaan Pembangunan satu tahun ya. Jadi dua hari BGN sama dengan satu tahun (Anggaran) Perencanaan Pembangunan Nasional, memang Menteri PPN sangat penting tapi untuk anggaran mohon maaf pak,” paparnya.

Meski demikian realisasi anggaran MBG masih jauh dari target di mana baru Rp 13 triliun yang terserap dari total anggaran 2025 sebesar Rp 71 triliun. 

Tercatat ada 7.475 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur umum yang aktif melayani lebih dari 25 juta orang. 

"Jadi kita sudah hampir bisa melayani 1 penduduk seluruh benua Australia atau empat negara Skandinavia," kata Dadan, menggambarkan skala penerima manfaat yang telah tercapai.

Tak hanya mengandalkan APBN, program ini juga melibatkan partisipasi mitra.

Menurutnya, sudah ada 29.000 SPPG yang mendaftar.

Biaya pembangunan setiap unit diperkirakan mencapai Rp 2 triliun, namun ditanggung oleh mitra MBG, bukan BGN.

Dadan memastikan adanya dampak ekonomi yang ditimbulkan. Pasalnya satu unit SPPG mampu menyerap tenaga kerja langsung hingga 50 orang.

Selain itu, keberadaan SPPG membutuhkan 15 pemasok bahan baku seperti beras, sayuran, lauk, maupun logistik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved