Senin, 8 Juni 2026

Bulan Bung Karno

Bulan Bung Karno 2026: Merawat Api Pemikiran Sang Proklamator Lewat Sinema Komersial

Bulan Bung Karno 2026: Merawat Api Pemikiran Sang Proklamator Lewat Sinema Komersial

Tayang:
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
BULAN BUNG KARNO - Memperingati Bulan Bung Karno 1026, Sekretaris Jenderal PDI-Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa gagasan besar tentang Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur tidak lahir dalam semalam. Fondasi kokoh itu digali oleh Bung Karno sejak ia masih seorang remaja berusia 16 tahun. 

Anomali Prestasi Film Lokal di Panggung Dunia

Kehadiran Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, membawa perspektif ganda: sebagai pejabat publik sekaligus maestro sinema tanah air.

Ia membeberkan capaian luar biasa film yang dibintangi oleh Aming Sugandhi tersebut.

Sejak rilis 16 April lalu, film ini telah menyedot hampir 4 juta penonton dan hak distribusinya telah dibeli oleh 148 negara.

“Ini prestasi luar biasa. Inilah yang membuat industri film Indonesia menjadi anomali yang disegani,” kata Rano penuh bangga.

Rano kemudian menarik benang merah sejarah, mengingatkan kembali bagaimana Bung Karno semasa diasingkan di Ende pun menulis dan mementaskan naskah tonil (teater).

Bagi Bung Karno, seni dan film adalah alat perjuangan politik dan pembentuk karakter bangsa, bukan sekadar komoditas hiburan penumpas sepi.

Apresiasi senada juga datang dari diva tanah air, Krisdayanti, yang memuji langkah Kulturanesia dalam menggelorakan semangat Trisakti Bung Karno—khususnya pilar "Berkepribadian dalam Kebudayaan".

Sebagai penutup, Rano Karno menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk terus menyuburkan ekosistem ini melalui optimalisasi Jakarta Film Commission yang kini tengah digodok, demi mengukuhkan Jakarta sebagai kota sinema dunia yang tetap memegang teguh akar sejarahnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved