Kamis, 9 April 2026

Berita Nasional

Pemilik Grup Djarum Michael Bambang Hartono Wafat di Singapura

Pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) siang.

Editor: Joanita Ary
Istimewa/Istimewa
HARTONO - Micahel Hartono memenangkan Medali Emas Asian Games 2018 lalu. Michael Hartono dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) di Singapura 

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Kabar duka menyelimuti dunia usaha Indonesia.

Pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) siang.

Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Corporate Communication Senior Manager Group Djarum, Budi Darmawan.

Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa Michael Bambang Hartono wafat pada pukul 13.15 waktu Singapura.

“Keluarga Besar PT Djarum berduka cita mendalam atas wafatnya pimpinan kami, Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura,” ujar Budi.

Kabar serupa juga beredar luas di kalangan internal dan mitra bisnis.

Dalam pesan yang diterima sejumlah pihak, disebutkan bahwa Michael Bambang Hartono wafat dengan tenang pada waktu yang sama di Singapura.

Kepergian sosok yang dikenal sebagai salah satu pengusaha paling berpengaruh di Indonesia ini menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang tokoh yang membesarkan kerajaan bisnis keluarga Hartono.

Michael merupakan putra dari Oei Wie Gwan, pendiri Djarum yang mengakuisisi perusahaan rokok tersebut pada 1951.

Sepeninggal sang ayah pada 1963, Michael bersama adiknya, Robert Budi Hartono, melanjutkan dan membangun kembali bisnis keluarga yang sempat terpuruk akibat kebakaran pabrik.

Di bawah kepemimpinan mereka, Djarum tidak hanya pulih, tetapi juga berkembang pesat melalui modernisasi produksi dan ekspansi pasar.

Langkah strategis yang diambil keduanya, termasuk memulai ekspor pada 1972, membawa Djarum menembus pasar internasional, termasuk Amerika Serikat.

 Transformasi tersebut menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan perusahaan hingga menjadi salah satu pemain besar industri rokok global.

Tidak berhenti di industri tembakau, Michael Bambang Hartono bersama saudaranya memperluas portofolio bisnis ke berbagai sektor.

Mereka tercatat sebagai pemegang saham mayoritas di Bank Central Asia sejak 1988, yang kemudian berkembang menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved