Berita Nasional
Para Pejabat BGN Disoraki Saat Keluar dengan Tangan Terborgol
Wakil Kepala BGN Irjen Purnawirawan Sony Sandjaya disoraki saat keluar Gedung Kejaksaan Agung RI memakai rompi tahanan merah jambu.
WARTAKOTALIVE.COM - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Irjen Purnawirawan Sony Sandjaya disoraki saat keluar Gedung Kejaksaan Agung RI memakai rompi tahanan merah jambu.
Mantan pejabat Polri itu keluar dengan rompi merah jambu alat tahanan Kejaksaan Agung RI (Kejagung) dengan tangan diborgol.
Sebelum masuk ke mobil tahanan, Sony melewati puluhan wartawan yang menunggu konferensi pers.
Para awak media itu kemudian menyoraki para pejabat BGN yang diduga melakukan korupsi dana makan bergizi gratis (MBG) itu.
Bahkan seorang pria berteriak menyinggung lambang dua bintang Sony yang pernah didapatnya saat di Kepolisian.
“Woy Sony, malu sama bintang woy,” teriak seorang pria.
Sony pun kemudian hanya menunduk dan tidak berkutik saat disoraki wartawan.
Selain Sony, Wakil Kepala BGN lainnya yang menjadi tersangka korupsi MBG Letjen Lodewijk Pusung juga disoraki awak media.
Kejaksaan Agung RI menetapkan tiga pejabat BGN yakni Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakil Kepala BGN Sony Sandjaya, dan Wakil Kepala BGN Letjen Lodewijk Pusung.
Mereka diduga mempermainkan verifikasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan para tersangka menyalahgunakan jabatannya selama menjadi Kepala dan Wakil Kepala BGN.
Di mana baik Dadan, Lodewijk, dan Sony membuat yayasan untuk mengatur dapur SPPG yang terkait dengan para tersangka.
Di mana seharusnya yayasan-yayasan tersebut dikelola oleh setiap sekolah.
“Seharusnya program MBG dikelola yayasan pada setiap sekolah, tapi yayasan yang seharusnya dikelola setiap sekolah ternyata yayasan tersebut digunakan untuk sarana kejahatan,” jelas Syarief.
Selain itu Dadan, Sony, dan Lodewijk juga berbuat curang pada penerbitan sertifikat dapur SPPG.