Jumat, 8 Mei 2026

Korupsi

Mahasiswa Dukung Kejagung Berantas Korupsi, Lawan Buzzer dan Hoaks

Ratusan mahasiswa melalui AMSI menyatakan dukungan penuh kepada Kejagung dalam pemberantasan korupsi serta melawan serangan buzzer dan hoaks.

Tayang:
Editor: Dwi Rizki
Istimewa
HARI ANTI KORUPSI - Suasana diskusi publik bertajuk 'Suara Mahasiswa dan Rakyat: Supremasi Penegakan Hukum Kejaksaan Agung dalam Mengungkap dan Memberantas Kasus Korupsi di Tengah Serangan Buzzer dan Hoaks' di Kemang, Jakarta Selatan pada Selasa (9/12/2025). Dalam kesempatan tersebut Aliansi Mahasiswa Seluruh Indonesia (AMSI) menyatakan dukungannya terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam upaya memberantas korupsi. 

Ringkasan Berita:
  • Aliansi Mahasiswa Seluruh Indonesia menyatakan dukungan terhadap Kejagung dalam upaya memberantas korupsi dan melawan hoaks. 
  • Dalam diskusi publik memperingati Hari Antikorupsi, para pakar menilai Kejagung di bawah ST Burhanuddin berani menangani kasus korupsi besar. 
  • Farhat Abbas dan Barita Simanjuntak turut mengapresiasi dukungan mahasiswa, yang dinilai memberi energi bagi Kejagung untuk terus menegakkan hukum.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aliansi Mahasiswa Seluruh Indonesia (AMSI) menyatakan dukungannya terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam upaya memberantas korupsi.

Hal tersebut disampaikan para mahasiswa dalam diskusi publik bertajuk 'Suara Mahasiswa dan Rakyat: Supremasi Penegakan Hukum Kejaksaan Agung dalam Mengungkap dan Memberantas Kasus Korupsi di Tengah Serangan Buzzer dan Hoaks' di Kemang, Jakarta Selatan pada Selasa (9/12/2025). 

Diskusi dan pernyataan dukungan ini, digelar dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia). 

"Kami Aliansi Mahasiswa Seluruh Indonesia mendukung Kejaksaan Agung terus memberantas korupsi," ujar perwakilan AMSI, Faris, yang juga mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Kemang, Jakarta Selatan. 

AMSI juga mendukung Kejagung melawan para pendengung atau buzzer, yang melakukan serangan saat Kejaksaan memberantas korupsi

"Juga mendukung Kejagung melawan hoaks," ucapnya.

Adapun dalam diskusi, sejumlah pakar dan pihak terkait diundang. Mulai dari pakar hukum pidana sekaligus Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Suparji; Ketua Tim Tenaga Ahli Jaksa Agung, Barita Simanjuntak; dan praktisi hukum Farhat Abbas. 

Menurut Suparji, Kejaksaan di bawah Jaksa Agung ST Burhanuddin seolah mengingatkan kejaksaan di masa lalu di bawah Jaksa Agung Suprapto, yang menangkap perwira dan mengadili menteri. 

Jaksa Agung Burhanuddin dengan nyali pantang mundur dan didukung jaksa-jaksa pidana khusus, kata dia, menindak para pelaku tindak pidana korupsi jumbo, dengan kerugian negara yang timbul adalah triliunan rupiah.

Dengan modus operandi tindak pidana yang sistemik dan sulit, serta pelaku yang sulit tersentuh hukum.

Baca juga: Tak Ada Kabar Sejak Kebakaran Terra Drone, Keluarga Tunggu Kabar Assyifa

"Kejaksaan yang tegas dan berani menegakkan hukum adalah keinginan masyarakat," ujar Suparji. 

Lebih lanjut, ia meminta Kejaksaan tak kendur dalam memberantas korupsi. "Kejaksaan buktikan tindak pelaku korupsi sawit baik orang maupun korporasinya. Pasal tindak pidana pencucian uang diterapkan sebagai instrumen upaya pengembalian kerugian keuangan negara triliunan rupiah," jelasnya. 

Sementara, Farhat sempat ditanyai oleh mahasiswa Universitas Nasional (Unas) yang juga perwakilan lainnya AMSI, Farhan, soal pihak-pihak yang dianggap 'menyerang' Kejagung saat memberantas korupsi, yang salah satunya dilakukan pengamat kepolisian Sugeng Teguh Santoso. 

Menurut Farhat, Kejaksaan saat ini sudah bukan seperti dahulu. Kini, Kejagung merupakan lembaga strategis negara. Sebab, kantornya dijaga oleh TNI dan aktivitas penegakan hukumnya didukung penuh oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Farhat pun mengaku sangat mencintai institusi Kejaksaan. Ia bahkan sampai mempertanyakan secara langsung pihak-pihak yang melaporkan jaksa-jaksa yang ada pada Kejagung

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved