Kebakaran
Tak Ada Kabar Sejak Kebakaran Terra Drone, Keluarga Tunggu Kabar Assyifa
Keluarga Assyifa di Bekasi haru menanti identifikasi RS Polri setelah ucapan terakhirnya saat terjebak di lantai tiga saat kebakaran.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Keluarga Assyifa Mulandar (25) di Bekasi larut dalam duka menunggu kepastian dari RS Polri terkait identitas jenazah korban kebakaran Gedung Terra Drone.
- Adiknya, Alfito, mengungkap ucapan terakhir Assyifa yang meminta maaf dan mengabari bahwa ia terjebak di lantai tiga saat kebakaran.
- Setelah itu, komunikasi terputus.
- Keluarga berharap proses identifikasi segera selesai agar jenazah dapat dimakamkan di TPU Mangun Jaya.
WARTAKOTALIVE.COM, BABELAN - Suasana haru menyelimuti kediaman terduga korban kebakaran Gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Assyifa Mulandar (25).
Pihak keluarga, baik dari ayah, ibu, adik, hingga tetangga nampak bersedih dalam suasana di kediaman Assyifa, Cluster Sanur, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Rabu (10/12/2025).
Beberapa dari mereka yang hadir nampak melantunkan doa untuk Assyifa, sembari menunggu kepastian dari pihak Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati yang hingga kini masih melakukan identifikasi.
Adik Assyifa, Alfito (15) yang mewakili keluarga mengatakan kondisi ibu dan ayah saat ini masih shock dan lemas.
Dirinya, bersama ibu dan ayah masih tidak menyangka kalau anak kedua dari tiga bersaudara itu diduga menjadi sebagian korban dalam kebakaran yang terjadi Selasa (9/12/2025).
"Komunikasi terakhir sebenernya aman-aman aja. Kami ngobrol bareng, ketawa bareng, ya walaupun sebentar tapi tidak menunjukkan kejanggalan atau sesuatu menjanggal," kata Alfito, Rabu (10/12/2025).
Namun Alfito menjelaskan ada satu ucapan terakhir yang terdengar melalui sambungan telepon, antara Assyifa dengan sang ibu.
Ucapan terakhir adalah permintaan maaf dan disampaikan pada saat kejadian kebakaran, persisnya sekira pukul 12.45 WIB.
"Pertama tuh dia kata mama saya, di jam 12.45 WIB dia nelepon, dia bilang minta maaf. Sekedar minta maaf dan pamitan," jelasnya.
Selain permintaan maaf, Alfito menuturkan kalau kakak perempuannya itu menjelaskan saat berkomunikasi tengah terjebak di lantai tiga saat kebakaran berlangsung.
Setelah percakapan itu dilakukan, komunikasi pun tidak lagi terjadi hingga kini.
Lalu tidak lama dari berkomunikasi melalui telepon, pihak keluarga sontak terkejut usai melihat kabar di media kalau kantor Assyifa kebakaran.
Ditambah ada nama Assyifa yang terdata sebagai dugaan korban kebakaran.
"Kakak juga cuma ngabarin ini kantor kebakaran dan dia kejebak tidak bisa turun di lantai tiga, setelah itu tidak ada komunikasi lain lagi," pungkasnya.
Kini pihak keluarga tengah berharap pihak RS Polri dapat segera rampung melakukan proses identifikasi terhadap Assyifa.
| Penjaga Rumah Ungkap Kepanikan saat Kebakaran Rumah yang Menewaskan Anggota BPK di Jagakarsa Jaksel |
|
|---|
| Polisi Selidiki Pemicu Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK Haerul Saleh |
|
|---|
| Kebakaran di Ruang Kerja Haerul Saleh, Penjaga: Sempat Teriak Minta Tolong |
|
|---|
| Kebakaran Rumah Anggota BPK di Jagakarsa Diduga Dipicu Sisa Tiner Renovasi |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Rumah 3 Lantai di Jagakarsa Kebakaran, Anggota BPK RI Haerul Saleh Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/KEBAKARAN-Alfito-15-Adik-korban-kebakaran-Gedung-Terra-Drone-Assyifa-Mulandar.jpg)