Sabtu, 9 Mei 2026

Kebakaran

Tak Ada Kabar Sejak Kebakaran Terra Drone, Keluarga Tunggu Kabar Assyifa

Keluarga Assyifa di Bekasi haru menanti identifikasi RS Polri setelah ucapan terakhirnya saat terjebak di lantai tiga saat kebakaran.

Tayang:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Rendy Rutama
KEBAKARAN - Alfito (15) Adik korban kebakaran Gedung Terra Drone, Assyifa Mulandar (25) di rumah duka, Cluster Sanur, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Rabu (10/12/2025). Dirinya mengungkapkan kondisi ibu dan ayahnya kini masih shock dan lemas. 

Mereka pun panik dan syok saat tahu kabar itu.

"Syok semuanya. Saat itu saya sedang kerja, kaka saya sedang kerja. Di rumah ada adik dan papa mama di rumah,  jadi kami semua saling berkabar aja. Syok semua," jelasnya.

Anggraini mengatakan saat ini keluarga masih menunggu kehadiran jenazah Ervina di rumah duka.

Rencananya jenazah akan segera dimakamkan di pemakaman Keluarga, di Gang Langgar 2, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"Semua berkas sudah dikirim dan dimasukkan ke RS Polri, masih menunggu aja nih kasihan kalau tidak cepat-cepat dimakamkan. Rencananya jenazah datang langsung dimakamkan," ujar Anggraini.

22 Tewas dalam Kebakaran Terra Drone

Fakta baru terungkap terkait kebakaran gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 22 orang meninggal dunia.

Gedung itu diketahui berfungsi sebagai tempat servis drone sekaligus kantor.

Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra.

"Benar (yang terbakar perusahaan drone). (Di gedung itu) enggak produksi, tapi perbaikan dan kantor," ucap Roby, saat dikonfirmasi, Rabu (10/12/2025).

"Bisa (servis drone). Servisnya memang di sana," sambungnya.

Baca juga: Sebelum Tewas dalam Kebakaran Terra Drone, Ervina Kirim Video dan Voice Note ke Keluarga 

Ia menjelaskan, Terra Drone adalah perusahaan asal Jepang, tetapi pimpinan perusahaan Terra Drone ini merupakan warga Indonesia.

Identitasnya telah diketahui dan polisi tengah memastikan keberadaannya untuk dimintai keterangan.

"Perusahaannya perusahaan Jepang. Kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan (orang Jepang)," ucap Roby.

Hingga kini, penyidik telah memeriksa delapan saksi dari pihak manajemen hingga warga sekitar. 

Sementara pemilik gedung dan pemilik perusahaan belum diperiksa.

Kebakaran itu dilaporkan ke petugas pemadam pada pukul 12.43 WIB. 

Sebanyak 22 orang tewas dalam insiden tersebut, terdiri atas 15 perempuan dan 7 laki-laki. 

Sosok pemilik perusahaan Terra Drone

Dikutip dari Tribunnews.com, Terra Drone adalah perusahaan penyedia layanan drone (pesawat tanpa awak) yang berkantor pusat di Jepang.

Dikutip dari situs resminya, ini diklaim salah satu perusahaan penyedia drone industri terbesar di dunia untuk berbagai sektor, termasuk minyak dan gas, utilitas, energi terbarukan, pertambangan, konstruksi, dan GIS. 

Berdiri pada 2016, Terra Drone terus melebarkan sayapnya dan mengakuisisi penyedia jasa drone lokal di berbagai negara.

Hingga saat ini Terra Drone sudah beroperasi di 25 negara, termasuk Indonesia. 

Toru Tokushige adalah pendiri, pemilik sekaligus CEO Terra Drone Corporation.

Dari situs resminya Toru Tokushige adalah warga negara Jepang.

Ia lahir tahun 1973 di Prefektur Yamaguchi.

Menyelesaikan kuliah di Fakultas Teknik Universitas Kyushu dengan spesialisasi teknik kimia, Tokushige memulai karir profesional di Sumitomo Marine and Fire Insurance Co. Ltd. dan Sumitomo Insurance Company, Limited.

Toru Tokushige mendirikan Terra Drone Corporation pada tahun 2016.

Dia adalah Pendiri & Chief Executive Officer di Terra Motors India Private.

Tokushige juga menjabat sebagai Chief Executive Officer di Shoyo Shipping, Lightron, dan Business Cafe.

Termasuk pernah bekerja sebagai Kepala Perencanaan Strategis di MS & AD Insurance Group.

Toru Tokushige meraih gelar Magister Administrasi Bisnis (MBA) dari Thunderbird School of Global Management dan lulus pada tahun 2001.

Tokushige juga meraih gelar Sarjana Teknik (BE) dari Universitas Kyushu pada tahun 1994.

Latar belakang tekniknya memberikan landasan yang kuat untuk memahami aspek teknis industri drone.

Bisnis Terra di Indonesia

Terra Charge, perusahaan penyedia layanan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terbesar di Jepang kabarnya akan membangun 1.000 titik SPKLU di sejumlah lokasi di Indonesia sampai akhir 2025 mendatang.

Saat ini Terra sudah mengembangkan 100an SPKLU di 4 provinsi yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali dengan dukungan penuh dari PT PLN (Persero).

"Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi kami. Kami ingin menjadi penyedia jaringan SPKLU nomor 1 di Indonesia dengan menyediakan solusi pengisian daya canggih dan mendukung transisi negara menuju mobilitas listrik," ungkap Toru Tokushige, CEO and Founder Terra Charge di acara peresmian SPKLU Terra Charge di Fraser Place kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa 20 Agustus 2024.

"Kami punya Terra Motors produksi skuter dan kendaraan roda 3 listrik yang dipasarkan di India. Terra Charge memulai bisnis 5 tahun lalu di Jepang dan saat ini kami menjadi nomor 1 dalam market share EV charging di Jepang dengan 8.000 titik SPKLU," bebernya.

Dia menilai pasar Indonesia masih sangat terbuka seiring dengan adopsi kendaraan listrik oleh masyarakat yang terus meningkat.

Karakter masyarakat Indonesia yang suka mencoba hal-hal baru menurutnya turut mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp

Sumber: WartaKota
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved