Rabu, 6 Mei 2026

Polemik Ijazah

Dokter Tifa Ancam Pidanakan Faizal Assegaf, Bantah Terima Uang di Kasus Jokowi

Dokter Tifa bantah tudingan Faizal Assegaf menerima dana untuk kajian Jokowi. Ancam laporkan Faisal Assegaf atas pencemaran nama baik.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dwi Rizki
Istimewa
POLEMIK IJAZAH - Kolase Akademisi, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa dan Pendiri Presidium Alumni 212, Faizal Assegaf. Dokter Tifa membantah tegas tudingan Faizal Assegaf yang menyebutnya menerima sejumlah uang untuk kajian ilmiahnya. Terkait hal tersebut, Dokter Tifa mengancam akan melaporkan Faizal Assegaf sebagai tindakan pencemaran nama baik. 

Ringkasan Berita:
  • Akademisi Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa membantah tudingan Faisal Assegaf yang menyebutnya menerima dana untuk kajian perilaku kebohongan mantan Presiden Jokowi
  • Dokter Tifa menegaskan penelitiannya berbasis metode ilmiah dan integritas akademik, bukan agenda politik atau pembiayaan eksternal. 
  • Ia mempertimbangkan menempuh jalur hukum atas dugaan pencemaran nama baik dan menegaskan komitmennya pada kebenaran intelektual.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Akademisi, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa membantah tegas tudingan Pendiri Presidium Alumni 212, Faizal Assegaf yang menyebutnya menerima sejumlah uang untuk kajian ilmiahnya.

Faizal Assegaf bahkan meminta pihak terkait memeriksa rekeningnya, Roy Suryo, Rismon Sianipar maupun sejumlah akademisi yang terjerat kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Terkait hal tersebut, Dokter Tifa mengancam akan melaporkan Faizal Assegaf sebagai tindakan pencemaran nama baik.

"Tudingan Faizal Assegaf sungguh keji dan saya pertimbangkan untuk melaporkan pencemaran nama baik," ujar Dokter Tifa dalam status twitternya @Dokter_Tifa pada Jumat (28/11/2025).

Dalam postingannya, Dokter Tifa mengungkapkan telah mencermati pernyataan Faizal Assegaf yang menyebut rekening beberapa nama, termasuk Roy Suryo, Rismahar Sianipar, dan Dokter Tifa, harus diperiksa karena menerima sejumlah uang. 

Faizal Assegaf juga disebutnya menyatakan perjuangan Dokter Tifa terkait kajian ilmiah perilaku kebohongan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dibiayai atau diarahkan pihak tertentu.

Baca juga: Ketakutan Dokter Tifa Tak Terbukti, Jokowi Jalan-jalan ke Luar Negeri

"Dengan tenang dan penuh tanggung jawab moral saya nyatakan: klaim tersebut tidak benar! Tidak ada satu rupiah pun dana dari siapa pun yang saya terima untuk penelitian, sikap, maupun langkah saya," tegas Dokter Tifa.

Dia menegaskan, jika ada langkah yang diambil, hal itu semata-mata karena prinsipnya sebagai akademisi yang memiliki kewajiban moral untuk mencari dan menyampaikan kebenaran, bukan menjalankan agenda pihak mana pun. 

"Kepada Allah saya berserah diri, menyerahkan langkah, risiko, dan konsekuensi atas apa yang saya jalankan," katanya.

Dalam penjelasannya, Dokter Tifa menekankan penelitian yang dilakukannya berangkat dari disiplin ilmu yang ditekuninya, yaitu Epidemiologi, Ilmu Perilaku, dan Neurosains, yang kemudian membentuk ilmu pengetahuan baru bernama Neuropolitika.

"Kajian saya bukan berbasis kepentingan politik, kelompok, apalagi dengan pembiayaan eksternal, melainkan berbasis metode ilmiah, literatur, analisis data, dan komitmen akademik," paparnya.

Dia menegaskan komitmennya pada kebenaran intelektual yang menurutnya tidak dapat dibeli, dinegosiasikan, atau dititipkan. 

"Kebenaran harus ditemukan dengan kerja, diuji dengan data, dan dipertanggungjawabkan dengan integritas, bukan didikte oleh kekuasaan atau narasi," jelasnya.

Lebih lanjut dipaparkannya, Dokter Tifa menyatakan menghormati hak setiap orang untuk memiliki pandangan atau interpretasi yang berbeda. 

Namun, dia berharap pernyataan publik yang menyangkut dirinya atau perjuangan yang dijalankannya dilakukan dengan tanggung jawab etis, faktual, dan tidak mendistorsi realitas.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved