Inspirasi
Helmy Yahya Ungkap Empat Orang yang Harus Dimaafkan Agar Hidup Bermakna
Pembawa acara kondang sekaligus produser dan politisi, Helmy Yahya Ungkap Empat Orang yang Harus Dimaafkan Agar Hidup Bermakna
Ringkasan Berita:
- Helmy Yahya menegaskan memaafkan adalah kunci hidup bermakna agar manusia terbebas dari beban masa lalu dan dapat melangkah maju dengan pikiran jernih.
- Ia menyebut tiga pihak yang wajib dimaafkan: orang tua, pasangan atau mantan pasangan, serta orang-orang yang pernah menyakiti atau mengkhianati.
- Helmy juga menekankan pentingnya memaafkan diri sendiri atas kesalahan dan kegagalan masa lalu agar masa depan tidak terhambat penyesalan.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pembawa acara kondang sekaligus produser dan politisi, Helmy Yahya, membagikan refleksi mendalam tentang makna memaafkan dalam hidup melalui kanal YouTube miliknya, Sabtu (17/1/2026).
Dalam pernyataannya, Helmy menekankan bahwa memaafkan adalah kunci agar manusia bisa menjalani hidup tanpa beban masa lalu.
Menurut Helmy, ada empat tipe orang yang harus dimaafkan agar hidup menjadi lebih ringan dan bermakna.
Baca juga: Tidak Trauma setelah 2 Kali Bercerai, Faby Marcelia Berharap Dapat Pendamping Hidup dan Menikah Lagi
Yang pertama dan paling utama adalah orang tua, baik ayah maupun ibu.
Ia menegaskan, seberat apa pun kesalahan yang dirasakan seorang anak—baik karena dianggap lalai, keras, atau tidak memenuhi harapan—tidak pantas jika orang tua tidak dimaafkan.
Helmy mengingatkan bahwa perbedaan sudut pandang antar generasi sering membuat anak merasa orang tua bersalah, padahal bisa jadi itu hanya persoalan persepsi.
Ia juga membagikan kisah pribadinya tentang ayahnya yang sempat ia salah pahami terkait keterlambatan kiriman uang semasa kuliah.
Setelah ayahnya wafat, Helmy menyadari pengorbanan besar yang selama ini tersembunyi dan menyesali kemarahannya di masa lalu.
Tipe kedua yang harus dimaafkan, lanjut Helmy, adalah orang yang pernah hidup bersama kita, baik pasangan maupun mantan pasangan.
Apapun penyebab perpisahan dan bagaimana hubungan itu berakhir, memaafkan menjadi jalan untuk membebaskan diri dari luka batin.
Selanjutnya, Helmy menyebut orang-orang yang pernah menyakiti, mengkhianati, atau mencelakakan kita sebagai tipe ketiga yang perlu dimaafkan.
Baca juga: Remunerasi Belum Terbayar, Pegawai RSUD Kota Bekasi Terpaksa Pinjol untuk Kebutuhan Hidup
Menurutnya, menyimpan dendam hanya akan membebani pikiran dan menghambat langkah ke depan.
Tipe keempat yang tak kalah penting adalah memaafkan diri sendiri.
Helmy menekankan bahwa banyak orang terjebak dalam penyesalan atas kesalahan, kegagalan, atau kebodohan di masa lalu.
Ia mengajak setiap orang untuk berdamai dengan diri sendiri, termasuk atas keputusan keliru yang pernah membawa konsekuensi berat dalam hidup.
| Viral, Pemilik Rumah Bikin Mini Hall Of Fame untuk Para Kuli Bangunan, Netizen: Memanusiakan Manusia |
|
|---|
| Ini Sosok Tukang Cukur Langganan Pemain Timnas Indonesia, Pernah Kuliah Ilmu Keperawatan |
|
|---|
| Kisah Pasutri Lulusan S-2 Pilih Buka Usaha Kuliner Ketimbang Jadi Profesional |
|
|---|
| Kisah Nita, Anak Hansip Bergaji Rp 475 Ribu Perbulan, Jadi Wisudawati Nilai Terbaik di UBP Karawang |
|
|---|
| Meski Lulusan SD, Pemuda di Depok Ini Miliki Penghasilan Puluhan Juta Perbulan dari Hobi Bonsai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/HARUS-MEMAAFKAN.jpg)