Senin, 11 Mei 2026

Berita Jakarta

Pansus DPRD Dorong Pemprov DKI Lengkapi Sarana Pilah Sampah hingga Tingkat RT

Judistira mengatakan, Pansus Pengelolaan Sampah telah mengidentifikasi keterlibatan masyarakat sebagai salah satu fokus utama pembahasan regulasi.

Tayang:
Istimewa/Muhammad Azzam
DPD Golkar DKI Jakarta menyalurkan bantuan berupa lima unit drop box sampah organik untuk warga RW 03 Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Minggu (10/5/2026).(Foto: Yolanda Putri Dewanti) 

“Kebetulan selain Bantargebang, kita juga ada RDF Rorotan dan juga TPS 3R, itulah yang akan menjadi penampung sampah,” kata dia.

Selain penguatan fasilitas, Pemprov Jakarta juga mulai membuka ruang bagi pasar-pasar untuk mengelola sampah secara mandiri.

“Mudah-mudahan dengan cara ini, yang kemarin sempat ada permasalahan sampah di Jakarta segera bisa kita atasi, kita tangani. Termasuk kami sekarang memberikan ruang izin untuk pasar-pasar yang ada di Jakarta, mereka mengelola sampahnya sendiri seperti yang kita lakukan di Kramat Jati,” ujar Pramono.

Sementara itu, Zulhas mengapresiasi langkah Pemprov Jakarta yang memulai gerakan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.

“Tapi problem utama kita itu adalah di rumah tangga. Saya senang sekali, saya apresiasi dan memberikan penghargaan yang tinggi, ini dipelopori oleh Gubernur Jakarta, yaitu “Memilah Sampah”. Itu problem pokok kita, problem utama kita Pak Gubernur, memilah sampah rumah tangga,” kata Zulhas.

Ia mengatakan pemerintah menargetkan seluruh sektor dapat mengelola sampahnya masing-masing secara mandiri paling lambat 2029.

“Karena nanti sampai 2029, kantor enggak boleh lagi (buang sembarangan), harus selesai di kantor. Pasar harus selesai di pasar, sampah restoran harus selesai di restoran itu, toko harus selesai di toko itu, mal harus selesai di mal itu. Tapi untuk penduduk dan masyarakat, kuncinya adalah memilah sampah,” ujarnya.

Zulhas juga menilai sampah berpotensi menjadi sumber energi listrik apabila diolah melalui teknologi insinerator.

“Mudah-mudahan sampah yang jadi musuh Jakarta, Pak Gubernur, akan kita ubah menjadi harapan. Sampah yang musuh kita, akan kita ubah menjadi energi listrik. Tadi saya bisik-bisik sama Pak Gubernur, nanti kalau insineratornya beliau ini sudah jalan, Pak Jumhur, di 2027-2028, nanti sampahnya malah jadi rebutan. Karena bahan bakarnya adalah sampah yang akan masuk ke insinerator dan diolah menjadi listrik,” kata dia.

“Jadi, dari musuh, dari sampah, nanti akan menjadi penerangan bagi Kota Jakarta,” lanjutnya.

Menurut Zulhas, pemisahan sampah organik, anorganik, dan bahan beracun menjadi kunci utama keberhasilan pengolahan sampah menjadi energi.

“Karena problem pokok kita, bagaimana memisahkan sampah organik, anorganik, dan yang beracun, tiga macam itu. Kalau itu selesai, maka nanti sampah akan kita butuhkan untuk listrik penerang Jakarta dan penerang daerah-daerah lain,” pungkasnya.(m27)

Sumber: WartaKota
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved