Rabu, 3 Juni 2026

Darurat Sampah

Terminal Kampung Rambutan Jadi Lokasi Transit Sampah Warga, Pengelola Jamin Tak Menginap!

Terminal Kampung Rambutan Jadi Lokasi Transit Sampah Warga, Pengelola Jamin Tak Menginap!

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/Miftahul Munir
TRANSIT SAMPAH - Area belakang Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, kini merangkap fungsi. Lahan seluas sekitar 500 meter di terminal bus legendaris ini disulap menjadi Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk melayani pembuangan sampah warga RW 06 Kelurahan Rambutan. 

Ringkasan Berita:
  • Terminal Kampung Rambutan kini difungsikan sebagai Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah warga RW 06 Ciracas guna mengantisipasi pembatasan pengiriman ke Bantar Gebang.
  • Pihak kecamatan dan pengelola terminal memastikan tidak ada penumpukan karena sampah rutin diangkut setiap hari menggunakan satu hingga tiga armada truk Sudin LH
  • Selain sampah rumah tangga, lokasi ini menjadi titik transit sampah ranting sisa banjir yang nantinya dialihkan ke TPS TB Simatupang, bukan ke Bantar Gebang.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Area belakang Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, kini merangkap fungsi.

Lahan seluas sekitar 500 meter di terminal bus legendaris ini disulap menjadi Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk melayani pembuangan sampah warga RW 06 Kelurahan Rambutan.

Langkah ini diambil sebagai strategi taktis pemerintah setempat dalam menghadapi dinamika pembatasan pengiriman sampah ke TPST Bantar Gebang, Bekasi.

Baca juga: Pengamat: Penanganan Sampah Jakarta Harus Dimulai dari Hulu

Strategi Transit di Tengah Pembatasan

Camat Ciracas, P. Ritonga, mengungkapkan bahwa awalnya lokasi ini hanya diperuntukkan bagi sampah internal lingkungan terminal melalui sistem TPS 3R yang dibangun Dinas Perhubungan sejak era 2009.

Namun, situasi mendesak memaksa pihaknya mencari lokasi transit tambahan.

"Karena kemarin ada pembatasan pengiriman ke Bantar Gebang, kami mencari lokasi transit. Di situ sebetulnya kami angkut setiap hari. Ini khusus untuk sampah terminal dan warga di RW 06 saja, tidak ada dari luar," jelas Ritonga saat ditemui di lokasi, Rabu (22/4/2026).

Ritme Pengangkutan: Tiga Armada Siaga

Meski sempat terjadi kekhawatiran akan penumpukan, pengelola terminal memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.

Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas pemilahan sampah anorganik tetap berjalan tanpa adanya tumpukan yang menggunung atau menimbulkan aroma tak sedap yang mengganggu penumpang.

Pengendali Terminal Kampung Rambutan, Mulyono, menegaskan bahwa armada dari Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) siaga melakukan pengosongan setiap hari.

"Menurut pantauan kami, setiap hari ada tiga armada yang langsung mengangkut ke Bantar Gebang. Sampah warga di sana tidak sampai menginap," tegas Mulyono. Ia menjamin proses integrasi antara sampah terminal dan warga sekitar berjalan tanpa kendala teknis.

Pemisahan Sampah Sisa Banjir

Ada yang unik dalam manajemen limbah di lokasi ini. Sampah berupa ranting-ranting pohon sisa banjir tidak disatukan dengan sampah domestik.

Mengingat regulasi pembuangan, sampah kayu dan ranting tersebut memiliki jalur distribusi berbeda.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved