Senin, 11 Mei 2026

Berita Jakarta

Operasional RDF Rorotan Masih Terbatas, Kapasitas Naik Bertahap hingga 1.000 Ton

Keberadaan RDF Rorotan di Jakarta Utara Diprotes Warga, Pramono Anung Tegaskan Tidak Bisa Menutupnya

Tayang: | Diperbarui:
Istimewa
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa fasilitas tersebut belum beroperasi secara penuh dan masih berada dalam fase pengendalian ketat. 

"Kendaraan yang tidak memenuhi SOP langsung kami hentikan dan kami minta kembali ke lokasi asal. Selama hampir empat pekan terakhir, tidak ada keluhan masyarakat terkait ceceran air lindi di sepanjang rute menuju RDF Plant Rorotan," jelas Asep.

Di tengah kondisi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang melanda Jakarta dalam beberapa waktu terakhir, DLH menyatakan tetap melakukan penyesuaian teknis operasional sebagai bagian dari langkah mitigasi risiko.

"Prinsip kehati-hatian menjadi pegangan kami. Semua proses kami kawal ketat agar pengelolaan sampah berjalan aman, terkendali, dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat," ucap Asep.

Asep menegaskan bahwa RDF Plant Rorotan merupakan bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah Jakarta menuju pendekatan yang lebih modern dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

"Fasilitas ini dibangun agar Jakarta tidak mengalami krisis pengelolaan sampah seperti beberapa daerah," jelas dia.

Keberadaan RDF Rorotan di Jakarta Utara Diprotes Warga, Pramono Anung Tegaskan Tidak Bisa Menutupnya

Warga melayangkan protes keberadaan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.

Terkait protes warga yang datang silih-berganti itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan, fasilitas pengolahan sampah tersebut tidak akan ditutup.

Pramono menegaskan hal itu saat mengunjungi Taman Kelinci Roci, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (30/1/2026).

Saat itu seorang warga mendekatinya dan menyampaikan keresahan terkait bau yang diduga berasal dari RDF Rorotan.

Pramono Anung menyatakan, penutupan RDF Rorotan bukan pilihan yang realistis.

Menurutnya, fasilitas itu dibangun sebelum masa kepemimpinannya dengan anggaran yang tidak sedikit.

"RDF Rorotan ini dibangun bukan di era saya, biayanya cukup tinggi, kalau saya tutup, problemnya lebih rumit lagi, nggak mungkin (ditutup)," kata Pramono Anung, Jumat.

Pramono mengaku sudah dua kali bertemu warga sekitar RDF Rorotan untuk mendengar keluhan serta mencari jalan keluar bersama.

Meski demikian, Pramono menegaskan permintaan penutupan RDF tetap tidak dapat dipenuhi.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved