Senin, 11 Mei 2026

Berita Jakarta

Operasional RDF Rorotan Masih Terbatas, Kapasitas Naik Bertahap hingga 1.000 Ton

Keberadaan RDF Rorotan di Jakarta Utara Diprotes Warga, Pramono Anung Tegaskan Tidak Bisa Menutupnya

Tayang: | Diperbarui:
Istimewa
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa fasilitas tersebut belum beroperasi secara penuh dan masih berada dalam fase pengendalian ketat. 

Ringkasan Berita:
  • DLH DKI menegaskan RDF Plant Rorotan belum beroperasi penuh dan masih dalam pengendalian ketat dengan sistem bertahap.
  • Kapasitas dioperasikan perlahan dari 200 ton/hari hingga maksimal 1.000 ton/hari, dengan wilayah layanan terbatas.
  • Pengangkutan sampah wajib memakai truk compactor tertutup untuk mencegah bau dan ceceran air lindi, diawasi pos pantau.

 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti


WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Isu operasional RDF Plant Rorotan kembali menjadi perhatian publik. 

RDF Plant Rorotan adalah fasilitas pengolahan sampah di Rorotan, Jakarta Utara, yang mengubah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif. RDF digunakan sebagai pengganti batu bara, terutama untuk industri seperti pabrik semen, guna mengurangi volume sampah dan dampak lingkungan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa fasilitas tersebut belum beroperasi secara penuh dan masih berada dalam fase pengendalian ketat.

Pendekatan bertahap dipilih untuk memastikan setiap tahapan pengolahan berjalan sesuai standar. Saat ini, RDF Plant Rorotan hanya beroperasi lima hari dalam sepekan dengan dua shift kerja. Aktivitas operasional dihentikan pada akhir pekan guna mendukung proses pembersihan dan penataan fasilitas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyatakan bahwa peningkatan kapasitas dilakukan secara hati-hati dan tidak dilakukan sekaligus menuju kapasitas maksimal.

"Kami memahami kekhawatiran warga. Karena itu, operasional RDF Rorotan tidak langsung dijalankan pada kapasitas maksimal 2.500 ton per hari. Kami mulai dari 200 ton per hari, kemudian naik menjadi 400 ton, 600 ton, dan secara bertahap menuju kapasitas 1.000 ton per hari sesuai arahan Bapak Gubernur," kata Asep dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

Baca juga: Keberadaan RDF Rorotan di Jakarta Utara Diprotes Warga, Pramono Anung Tegaskan Tidak Bisa Menutupnya

Sampah yang diolah di fasilitas tersebut berasal dari wilayah terbatas, yakni enam kecamatan di Jakarta Utara dan lima kecamatan di Jakarta Timur. 

Pembatasan wilayah layanan ini, menurut Asep, menjadi bagian dari strategi pengendalian risiko agar sistem pengolahan, terutama pengendalian emisi dan kebauan, dapat dievaluasi secara menyeluruh sebelum kapasitas ditingkatkan.

Pengawasan DLH tidak berhenti pada proses di dalam fasilitas. Tahapan pengangkutan sampah yang sebelumnya kerap menjadi sumber keluhan warga kini menjadi fokus utama perbaikan.

DLH memastikan seluruh pengiriman sampah menuju RDF Plant Rorotan menggunakan armada truk compactor tertutup hasil pengadaan tahun 2024 dan 2025.

"Tidak ada lagi kendaraan terbuka yang masuk ke RDF Plant Rorotan. Truk compactor tertutup ini dirancang untuk mencegah bau dan ceceran air lindi di sepanjang jalur pengangkutan," ungkap Asep.

Baca juga: Soal Isu Bau, Pakar ITB Sebut RDF Rorotan Dilengkapi Alat Kontrol Polusi Udara

Untuk memastikan kepatuhan di lapangan, DLH mengoperasikan dua pos pantau di jalur akses utama dari arah Jakarta Utara dan Jakarta Timur. 

Petugas di lokasi melakukan pemeriksaan teknis kendaraan, termasuk kondisi penutup bak dan potensi kebocoran penampungan air lindi.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved