Selasa, 14 April 2026

Kebakaran

DPRD Bekasi Akan Panggil Pertamina Terkait Kebakaran SPBE Cimuning

DPRD Bekasi berencana memanggil Pertamina untuk klarifikasi dan memastikan tanggung jawab korban kebakaran SPBE.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Rendy Rutama
KEBAKARAN SPBE BEKASI - Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra (Kemeja warna biru tua) dan Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton (Kemeja batik warna merah) saat memantau Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang terbakar di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi pada Kamis (2/4/2026) sore. 

Sehingga diharapkan peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Selain itu, DPRD juga tengah meminta data jumlah SPBE yang beroperasi di Kota Bekasi, khususnya yang berada di kawasan permukiman warga.

Hanya saja hingga kini data tersebut masih dalam proses pengumpulan oleh dinas terkait.

“Nah kemarin kami minta datanya ke dinas untuk mengecek kembali berapa SPBEnya yang ada di Kota Bekasi Yang terutama yang di pemukiman,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Bekasi Bakal Sidak Seluruh SPBE

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe menyoroti adanya dugaan kelalaian dalam kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, yang terjadi pada Rabu (1/4/2026).

Pasalnya, kebakaran dipicu adanya dugaan kebocoran instalasi SPBE tersebut.

Terkait hal tersebut, dirinya mengatakan, pentingnya penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara ketat guna mencegah kejadian serupa terulang.

"Saya kira pertama tentunya, K3 dimana tentunya tadi peralatan pemadam kebakaran itu harus siap sedia," kata Bobihoe di Halaman Kantor Pemkot Bekasi, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Senin (6/4/2026). 

Bobihoe menjelaskan, kesiapan alat pemadam tidak boleh hanya saat kondisi darurat terjadi, melainkan harus sudah optimal sejak awal.

"Jangan kemudian saat datang kebakaran, tapi pada awalnya itu harus ada pemadaman oleh pihak perusahaan," jelasnya.

Kemudian Bobihoe menyinggung dugaan kebocoran yang terjadi sebelum kebakaran sebagai faktor krusial yang harus menjadi perhatian.

Sehingga Pemkot Bekasi akan mendorong adanya pemeriksaan berkala terhadap seluruh peralatan di SPBE.

"Kemudian kan terjadi kemarin itu kebocoran, kebocoran kan luar biasa ini harus kita antisipasi ke depan," ujarnya.

Bobihoe menyampaikan, Pemkot Bekasi juga akan melakukan pembahasan lanjutan dengan pihak pemilik SPBE untuk menentukan langkah ke depan.

"Kami akan bicarakan dengan pemilik dan nanti kami coba agar bisa melihat maksudnya apa yang harus dilakukan ke depan," ucapnya

Sumber: WartaKota
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved