Kamis, 16 April 2026

Gempa Bumi

Diguncang Gempa, Musala di Bojongmangu Bekasi Hancur dan Ambruk

Diguncang Gempa, Musala di Bojongmangu Bekasi Rusak Berat dan Ambruk. Bangunannya hancur

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Budi Sam Law Malau
Wartakotalive.com/ Muhammad Azzam
GEMPA HANCURKAN MUSALA - Musala di Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu, mengalami rusak berat akibat gempa yang terjadi, Rabu (20/8/2025) malam. Bahkan musala itu ambruk dan bangunannya hancur diguncang gempa. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat terdapat satu sarana ibadah Musala di Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu, mengalami rusak berat akibat gempa yang terjadi, Rabu (20/8/2025) malam.

Bahkan musala itu ambruk dan bangunannya hancur diguncang gempa.

Beruntung tidak ada korban jiwa akibat ambruknya bangunan musala tersebut.

Baca juga: Perjalanan KRL Sempat Tertahan Akibat Gempa Bekasi, Kini Kembali Normal

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi mengatakan dari data lapangan sementara ada satu musala yang roboh.

"Kami masih terus monitor dan menunggu laporan dari tim yang telah menyebar di lapangan," kata Dodi, Rabu (20/8/2025).

Menurut Dodi saat ini Tim BPBD Kabupaten terus berkoordinasi dengan BMKG, BPBD Provinsi Jawa Barat, dan aparatur Kecamatan untuk memantau perkembangan situasi serta kemungkinan adanya gempa susulan.

Ia mengimbau masyarakat tetap waspada namun tidak panik.

Selain itu kata dia agar selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan BPBD Kabupaten Bekasi.

"Tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Seperti diketahui gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,9 mengguncang wilayah perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang Jawa Barat, pada Rabu (20/08/2025) pukul 19.54 WIB.

Baca juga: Gempa Magnitudo 4,9 di Bekasi Tergolong Dangkal, Berikut Daftar Wilayah yang Rasakan Getarannya

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa (episenter) berada pada koordinat 6,48° LS dan 107,24° BT atau sekitar 14 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, dengan kedalaman 10 kilometer.

Getaran dirasakan cukup kuat selama beberapa detik di sejumlah kecamatan seperti Cikarang Selatan, Cikarang Pusat, Cikarang Utara, Karangbahagia Tambun Selatan, dan Babelan.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan bahwa gempa tektonik di Bekasi masuk dalam jenis gempa bumi dangkal.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh sumber gempa sesar naik busur belakang Jawa Barat (West Java back arc thrust)," kata Daryono dalam pernyataannya yang diterima Tribunnews.com, Rabu(20/8/2025).

Sesar Naik Busur Belakang Jawa Barat (West Java Back-Arc Thrust) adalah sistem sesar aktif yang membentang di utara Jawa Barat, termasuk wilayah di sekitar Bekasi dan Jakarta.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved