Minggu, 26 April 2026

Pembunuhan

Ibu Prada Lucky Minta Pendampingan LPSK, di Polisi Militer dan Pengadilan

Ibu Prada Lucky, Sepriana Paulina Mirpey mendapat pendampingan selama memberikan keterangan sebagai Saksi.

istimewa
PERMOHONAN LPSK - Ibu Prada Lucky Chepril Saputra Namo, Sepriana Paulina Mirpey bersimpuh di kaki Pangdam Kodam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto. Kini Ibu Prada Lucky minta perlindungan LPSK. 

Lucky Namo yang baru 3 bulan berdinas itu meninggal setelah diduga mengalami penganiayaan oleh seniornya.

Lusy Namo, kakak kandung mendiang Prada Lucky Namo, mengatakan, sejumlah kejadian janggal terjadi sebelum adiknya meninggal dunia.

Lusy Namo menyebutkan, Prada Lucky Namo diduga mengalami penyiksaan berulang-kali oleh para seniornya.

Akibatnya, Lucky Namo memilih kabur ke rumah orang tua asuhnya di Nagekeo.

"Orang tua asuh sempat mengobati luka di tubuh Lucky," kata Lusy Namo saat ditemui wartawan di Kupang, Senin (11/8/2025).

Baca juga: Panglima TNI Didesak Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan yang Mengakibatkan Prada Lucky Namo Meninggal

Setelah menerima perawatan, Lucky Namo menolak kembali ke barak.

Namun para seniornya berhasil menemukan dan membawa Lucky Namo pulang lagi ke barak.

Satu pekan setelah itu, Lucky Namo kembali mengalami penyiksaan setiap hari.

"Lucky sempat telepon saya, dia mengaku sering dipukul seniornya, kemungkinan dia kena siksa selama satu minggu," kata Lusy Namo.

Komunikasi terakhir dengan Lucky Namo terjadi pada 27 Juli 2025, sebelum Lusy Namo menerima kabar duka mengenai kematian adiknya itu.

Setelah Prada Lucky Namo meninggal, ada berbagai versi dari TNI mengenai penyebab kematiannya.

Baca juga: Penuh Luka di Tubuhnya, Lucky Kabur ke Ibu Angkat, tapi Dijemput Kembali ke Barak

Misalnya klaim bahwa Lucky Namo meninggal akibat jatuh dari gunung dan kecelakaan motor.

Sementara, hasil pemeriksaan di RSUD Aeramo menunjukkan ada luka-luka mencurigakan, seperti sulutan api rokok, memar, dan luka pukulan dengan benda tajam di sekujur tubuh Lucky Namo.

"Saya ingin keadilan untuk Lucky," ucap Lusy Namo.

Baca juga: Kasus Tewasnya Prada Lucky Didesak Diadili di Peradilan Sipil, 20 Prajurit Tersangka

Komandan Brigade Infanteri (Brigif) 21/Komodo, Letkol Inf Agus Ariyanto, mengonfirmasi seorang prajurit di batalion tersebut telah meninggal.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved