Rabu, 29 April 2026

Beras Oplosan

Ramai Beras Oplosan, Aktivitas Perdagangan Pasar Induk Beras Johar Karawang Normal

Saat ini sedang ramai isu beras oplosan, polisi pun sudah bergerak menangkapi para pemainnya. Ternyata hal ini tak mempengaruhi sentra beras Karawang.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
warta kota/muh azzam
PERDAGANGAN BERAS NORMAL - Furqon, pedagang beras di Pasar Induk Beras Johar Karawang, mengataskan isu beras oplosan tak mempengaruhi harga dan perdagangan beras. Namun, suplai saat ini sedang menurun. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Di tengah ramai beras oplosan, aktivitas Pasar Induk Beras Johar, Karawang, Jawa Barat terlihat normal pada Rabu (13/8/2025).

Baca juga: Memilukan, Ini Cerita Pedagang Beras di Pasar Slipi Jakarta Barat yang Mulai Kehilangan Pembeli

Pantauan di lokasi, sejumlah pekerja terlihat sibuk melakukan aktivitas bongkar muat beras.

Sejumlah truk dari penggilingan datang bermuatan beras itu langsung diturunkan ke toko.

Pekerja juga sibuk mengangkut beras dari toko ke truk maupun mobil bak terbuka untuk dikirim ke agen beras maupun masyarakat.

Paguyuban Pedagang Beras Pasar Johar Karawang (P2BPJK) mengaku tidak ada ada pangaruh terhadap ramainya beras oplosan.

Baca juga: Omzet Pedagang Pasar Induk Cipinang Anjlok Akibat Beras Oplosan, Ini Kata Rano Karno

Bahkan, suplai beras ke pasar induk Johar Karawang normal.

Kalau pasokan yang kami terima masih sangat aman," kata Wakil Ketua P2BPJK, Furqon Zaelani di lokasi, Rabu (13/8/2025).

Furqon menyebutkan, para pedagang mendapatkan suplai dari Indramayu, Subang dan sebagian kecil dari Karawang dan Demak Provinsi Jawa Tengah.

Setiap hari toko beras di Pasar Johar menerima suplai sebanyak 10 ton hingga 30 ton beras.

PASAR BERAS KARAWANG - Aktivitas Pasar Induk Beras Johar, Karawang, Jawa Barat terlihat normal pada Rabu (13/8/2025).
PASAR BERAS KARAWANG - Aktivitas Pasar Induk Beras Johar, Karawang, Jawa Barat terlihat normal pada Rabu (13/8/2025). (warta kota/muh azzam)

"Kalau yang paling besar itu dari Subang dan Indramayu. Kalau dari Karawang mungkin karena panennya sedikit. Dari Demak juga sebagian kecil," kata dia.

Furqon sendiri menjelaskan, untuk suplai di Karawang memang banyak penggilingan beras kecil, sehingga banyak yang tidak memiliki pasokan karena persaingan pembelian harganya.

Apalagi saat ini di Karawang belum musim panen serentak.

"Suplai karawang masih sangat kurang karena kan belum pada panen. Ditambah Karawang ini banyak penggilingan kecil. Hanya kapasitas dibawah 10 ton," katanya.

Untuk harga sendiri, Furqon menjelaskan di Pasar Induk Johar tidak menjual beras curah. Hanya menjual beras medium dengan harga disekitaran Rp13.000 dan untuk beras premium diatas Rp14.500.

"Untuk premium masih standar ya Rp 14.500, tapi untuk medium kemungkinan padinya agak lumayan tinggi jadi harganya masih dikisaran Rp 13 ribu lah kurang lebih," katanya. 

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News 

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved