Berita Nasional
Silfester Matutina Tak Kunjung Dieksekusi, Refly Harun Duga Ada Peran Kuat Jokowi
Refly menduga ada peran Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di balik lambatnya eksekusi Silfester Matutina.
Mahfud menjelaskan akan menyatakan secara formal Silfester tidak ditangkap karena kejaksaan melindungi.
"Melindungi dalam bentuk apa? Lalai. Kalau betul-betul melindungi secara sengaja pasti ada yang menyuruh. Kemungkinannya ada atasan yang membacking, kemungkinannya suap. Apalagi coba? Nah, untuk mengusut ini logika umum. Kejaksaan dong harus bertanggung jawab kepada publik," ujarMahfud.
Menurut Mahfud untuk dirunut siapa pihak yang membuat Silfester tidak dieksekusi bisa ditelusuri,
"Siapa pejabatnya, kenapa ini tidak segera dieksekusi gitu? Nanti akan ketemu itu siapa yang memesan. Apakah ini pemain politik atau pemimpin pemerintahan, menteri atau apa," kata Mahfud.
"Itu harus diusut, karena ini bahaya kalau ini dibiarkan. Orang boleh bertanya seperti Anda bertanya tadi loh. Pak Mahfud, Anda kok diam saja pada saat Anda di situ (jabat Menko Polhukam)?" katanya.
"Loh kasus ini gak muncul. Kalau saya sudah tahu saat itu, muncul ya, saya pasti berteriak agar segera dieksekusi. Menteri kok gak tahu? Ya gak tahu. Itu kan bukan urusan Menko, untuk tahu semua urusan yang ada dari Sabang sampai Merauke," kata Mahfud.
Menurutnya urusan Menko Polhuka yang muncul dan menjadi problem pelaksanaan di lapanhan.
"Urusan Menko itu hanya muncul dan menjadi problem pelaksanaan di lapangan, konflik sehingga dikoordinasikan. Kalau ini gak ada. Tiba-tiba muncul sekarang, sesudah terjadi pergantian politik," kata Mahfud.
Mahfud mengatakan seorang Menko itu tidak harus tahu semuanya.
"Kecuali ada laporan di saat itu atau muncul sebagai isu yang panas di tengah-tengah masyarakat. Baru seorang Menko itu mengkoordinasikan agar semua jalan," ujar Mahfud.
Menurut Mahfud, Silfester tidak perlu lagi dipanggil melainkan langsung dijemput paksa.
"Tangkap dulu, atau jebloskan dulu ini eksekusi si Matutina ini," katanya.
Kemudian, kata Mahfud, Kejaksaan Agung harus mengadakan penyelidikan ke dalam dan menjelaskan kepada publik.
Kejagung Siap Eksekusi
Kejaksaan Agung (Kejagung) ikut menanggapi soal polemik lambatnya eksekusi Silfester Matutina.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung), Anang Supriatna, mengatakan pihaknya akan segera mengeksekusi Silfester Matutina ke dalam bui, melalui Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel).
Walaupun, Silfester Matutina mengeklaim sudah berdamai dengan Jusuf Kalla.
“Bagi kejaksaan tetap melaksanakan sesuai dengan aturannya, kita kan sudah inkrah,” kata Anang saat ditemui di Kantor Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (6/8/2025).
Menurutnya, jika perdamaian itu terjadi sebelum penuntutan, mungkin akan menjadi pertimbangan jaksa.
Namun, saat ini kasus tersebut sudah berkekuatan hukum tetap.
“Artinya ya silakan aja nanti punya cara-cara lain, yang jelas kejaksaan akan melaksanakan nantinya, mengeksekusi terhadap keputusan pengadilan tersebut,” jelas Anang.
Sosok Silfester Matutina
Silfester Matutina lahir di Flores, 19 Juni 1971.
Ia dikenal sebagai mantan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Selain itu, Silfester Matutina juga bekerja sebagai seorang pengacara, pengusaha, dan aktivis politik Indonesia.
Saat ini, ia berstatus terpidana kasus pencemaran nama baik Jusuf Kalla.
Meski demikian, pada tahun 2025, ia diangkat sebagai komisaris independen perusahaan BUMN bidang pangan, ID Food (PT Rajawali Nusantara Indonesia).
Mengutip laman idfood.co.id, dirinya merupakan Sarjana Hukum di Universitas Wiraswasta Indonesia (2020) dan Kandidat Magister Hukum di Universitas Krisnadwipayana (2024).
Silfester Matutina ternyata cukup malang melintang di dunia bisnis.
Ia pernah menjadi Komisaris Utama NTT Mining Corp pada 2009-2015.
Dalam waktu yang relatif bersamaan, dirinya juga dipercaya menjadi Direktur Utama PT Srikandi Mahardika Mandiri tahun 2009-2019 dan Direktur Utama Cargo PT Global Multi Moda Papua pada 2010-2014.
Pada tahun 2011, jabatan Komisaris Utama PT Wawasan Global Mining juga diberikan kepadanya sampai 2014 dan Direktur Utama Di CV Tobels Makmur Food sampai 2019.
Tahun 2015, Silfester Matutina menjadi Pemimpin Redaksi Solmetnews.com sampai 2019.
Ia lalu membuka kantor hukum "Suhadi, Eddy, Silfester & Partners" pada 2021-2023.
Pada tahun 2023, ia menjadi Direktur Utama PT Malindo Sukses Solusi, Direktur Utama PT Yvanslog Express Indonesia.
Kini, ia diangkat menjadi komisaris independen perusahaan BUMN bidang pangan, ID Food (PT Rajawali Nusantara Indonesia) oleh Menteri BUMN Erick Thohir.
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Ekspor Ilminite: Pengacara PT PMM Kecam Pembongkaran Kontainer, Sesalkan Pernyataan Jubir Satgas PKH |
|
|---|
| Komisi VI DPR: Blackout di Sumatra Dipicu Gangguan Transmisi, Bukan Sabotase |
|
|---|
| BPKP Rayakan HUT ke-43, Tegaskan Komitmen Kawal Akuntabilitas Negara |
|
|---|
| Rupiah Nyaris Sentuh Rp18.000, DPR Minta BI Gerak Cepat untuk Lindungi Daya Beli Masyarakat |
|
|---|
| AHY Gantikan Luhut! Resmi Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pengamat-politik-refly-harun1.jpg)