Rabu, 22 April 2026

Berita Jakarta

DPRD DKI Dukung Langkah Pramono Soal Sanksi ASN Main Judi, Ini Alasannya

DPRD DKI Jakarta Dukung Langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Terkait Penerapan Sanksi ASN Bermain Judi, Ini Alasannya

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
Dok. PSI Jakarta
JUDI ONLINE- Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Fraksi PSI, William Aditya Sarana. Dirinya mendukung kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait sanksi tegas kepada aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti bermain judi online.  

Jika masih belum kapok, Pramono mengancam tak akan membolehkan ASN tersebut naik jabatan.

Baca juga: Pria Ini Buka Jasa Pembuatan Furnitur Bodong, Uang Korban Rp 171 Juta Dipakai Main Judi Online

"Saya minta untuk dilakukan pembinaan, dilakukan perbaikan untuk itu. Tetapi kalau memang sudah tidak (bisa dibina), ya tentunya kami akan mengambil tindakan untuk itu. Termasuk salah satunya tidak memberikan kesempatan promosi jabatan bagi yang bersangkutan," jelas Pramono.

Pramono pun heran mengapa masih ada ASN Jakarta yang bermain judi online.

Pramono tak tahu apa keuntungan yang mereka butuhkan dari hasil judi tersebut. 

Sebab, gaji dan tunjangan kinerja ASN di lingkungan Pemprov DKI menjadi yang paling besar se-Indonesia.

"Sudah ASN-nya DKI, Tukinnya paling gede, main judol. Keterlaluan banget," ungkap Pramono.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) berjanji menindak tegas ASN yang terlibat judi online.

KemenpanRB menerbitkan Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 5 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Perjudian Daring di Lingkungan Instansi Pemerintah, yang ditandatangani pada 24 September 2024.

Baca juga: Karyawan Dapat BSU, Gibran Larang Main Judi Online, Ancam Beri Sanksi Hukum

Temuan PPATK

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkap data bahwa lebih dari 600 ribu warga Jakarta bermain judi online.

Jakarta, lanjut Ivan, menjadi provinsi dengan jumlah dan transaksi permainan judi online terbesar di Jakarta.

Hal ini diungkapkan Ivan di hadapan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara Penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan PPATK dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Tahun 2025.

"Ketika bicara judi online macam-macam itu, yang paling banyak ya DKI Jakarta Pak. Tadi Bapak tanya, berapa sih yang pemain judi online? Itu di DKI Jakarta saja 600 ribu lebih pemain judi online, di DKI saja, di DKI Jakarta saja," ujar Ivan.

Dalam pencatatan PPATK, transaksi deposit judi online di Jakarta dalam setahun terakhir mencapai lebih dari Rp3 triliun dengan 17,5 juta kali transaksi.

"Angkanya itu deposit saja, warga Bapak dan mohon maaf, ada juga internal macam-macam itu," jelas Ivan.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved