Berita Jakarta
DPRD DKI Dukung Langkah Pramono Soal Sanksi ASN Main Judi, Ini Alasannya
DPRD DKI Jakarta Dukung Langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Terkait Penerapan Sanksi ASN Bermain Judi, Ini Alasannya
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi tegas kepada aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti masih mengulangi bermain judi online usai pembinaan.
Sanksi dimaksud berupa pembatalan promosi karir bagi ASN tersebut.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana mendukung kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tersebut.
Pemberian sanksi itu, dinilai William, cukup proprosional.
Dia memandang, ASN bekerja untuk negara, dan bagi ASN bermain judi online sama saja melanggar hukum, terutama Pasal 303 KUHP tentang Tindak Pidana Perjudian.
Menurut dia, aliran keuangan para ASN juga perlu diperiksa, sehingga dapat mendeteksi kaitan rekening dengan judi online.
“Kalau misalnya sudah menemukan profil ASN kita yang terkena judi online, mereka harus segera didisiplinkan,” ujar William dari keterangannya pada Senin (28/7/2025).
Meski demikian, kata dia, ASN yang terbukti masih bermain judi online harus ditegur keras.
“Selanjutnya mereka dapat dilakukan pembinaan, agar tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari,” ucap Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta ini.
ASN Jakarta Main Judi Online Tak Bakal Naik Jabatan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku akan meminta data kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengenai siapa saja aparatur sipil negara (ASN) Jakarta yang bermain judi oline.
Pasalnya, Kepala PPATK mengungkap ratusan ribu warga Jakarta menjadi pemain judi online.
Dia akan bertindak tegas jika ASN di era kepemimpinannya ikut terlibat.
"Tadi saya sudah sampaikan kepada Kepala PPATK Saya minta secara khusus kepada Bapak Inspektorat untuk meminta data judi online kalau memang ada dari ASN DKI Jakarta," kata Pramono, Kamis (24/7/2025).
Setelah mendapat data siapa saja ASN yang bermain judi online, Pramono menyebut Pemprov DKI akan melakukan pembinaan.
Jika masih belum kapok, Pramono mengancam tak akan membolehkan ASN tersebut naik jabatan.
Baca juga: Pria Ini Buka Jasa Pembuatan Furnitur Bodong, Uang Korban Rp 171 Juta Dipakai Main Judi Online
"Saya minta untuk dilakukan pembinaan, dilakukan perbaikan untuk itu. Tetapi kalau memang sudah tidak (bisa dibina), ya tentunya kami akan mengambil tindakan untuk itu. Termasuk salah satunya tidak memberikan kesempatan promosi jabatan bagi yang bersangkutan," jelas Pramono.
Pramono pun heran mengapa masih ada ASN Jakarta yang bermain judi online.
Pramono tak tahu apa keuntungan yang mereka butuhkan dari hasil judi tersebut.
Sebab, gaji dan tunjangan kinerja ASN di lingkungan Pemprov DKI menjadi yang paling besar se-Indonesia.
"Sudah ASN-nya DKI, Tukinnya paling gede, main judol. Keterlaluan banget," ungkap Pramono.
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) berjanji menindak tegas ASN yang terlibat judi online.
KemenpanRB menerbitkan Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 5 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Perjudian Daring di Lingkungan Instansi Pemerintah, yang ditandatangani pada 24 September 2024.
Baca juga: Karyawan Dapat BSU, Gibran Larang Main Judi Online, Ancam Beri Sanksi Hukum
Temuan PPATK
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkap data bahwa lebih dari 600 ribu warga Jakarta bermain judi online.
Jakarta, lanjut Ivan, menjadi provinsi dengan jumlah dan transaksi permainan judi online terbesar di Jakarta.
Hal ini diungkapkan Ivan di hadapan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara Penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan PPATK dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Tahun 2025.
"Ketika bicara judi online macam-macam itu, yang paling banyak ya DKI Jakarta Pak. Tadi Bapak tanya, berapa sih yang pemain judi online? Itu di DKI Jakarta saja 600 ribu lebih pemain judi online, di DKI saja, di DKI Jakarta saja," ujar Ivan.
Dalam pencatatan PPATK, transaksi deposit judi online di Jakarta dalam setahun terakhir mencapai lebih dari Rp3 triliun dengan 17,5 juta kali transaksi.
"Angkanya itu deposit saja, warga Bapak dan mohon maaf, ada juga internal macam-macam itu," jelas Ivan.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| Jakarta Bidik Layanan Air 100 Persen, Bin Zayed Siap Jajaki Investasi |
|
|---|
| Beras Jakarta Melimpah! Stok di Cipinang Capai 47.449 Ton, Harga Dijaga Stabil |
|
|---|
| Inovasi Warga Gandaria Utara Terapkan Sistem Keamanan Digital, Bisa Jadi Inspirasi! |
|
|---|
| Misteri Tewasnya ART usai Lompat dari Lantai 4 di Benhil, Polisi Dalami Dugaan Penyekapan dan TPPO |
|
|---|
| Sukses Jaring 227 Kg, Kelurahan Cibubur Juara Pembasmian Ikan Sapu-sapu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/William-Aditya-Sarana-soal-su-stunting-terhadap-anak-anak-Rabu-2272025.jpg)