Beras Oplosan
Rugikan Rakyat, Kompolnas dan DPR Sepakat Pelaku Beras Oplosan Dipenjara
Saat ini kasus beras oplosan sedang disorot, Kompolnas dan DPR pun sepakat pelaku segera dipenjara karena merugikan konsumen.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Publik baru saja dikejutkan oleh kasus beras oplosan. Mereka ditipu pihak produsen.
Sebab selain beras dioplos hingga tak sesuai standard dan kualitas, juga isi kemasan kurang dari seharusnya.
Beras oplosan yang berasal dari merek terkenal ini biasa dijual di minimarket dan pasar swalayan.
Praktik curang ini pun sudah berlangsung lama, tanpa diketahui konsumen.
Baca juga: Soal Kasus Beras Oplosan, PSI Dukung Investigasi Food Station
Untung Menteri Pertanian Andi Amran dan timnya melakukan pemeriksaan, dan hasilnya sangat mengejutkan.
Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, mendesak Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung), untuk segera membongkar pihak-pihak di balik praktik beras oplosan yang merugikan masyarakat dan negara.
Dia menilai para pelaku telah melakukan tindakan zalim karena memanfaatkan ketidaktahuan konsumen, dengan kerugian negara yang ditaksir mencapai ratusan triliun rupiah per tahun.
“Saya minta Polri dan Kejagung bergerak cepat menindaklanjuti laporan dari Pak Mentan. Ini bukan perkara kecil, kerugiannya sampai puluhan hingga ratusan triliun per tahun. Selain itu, pelakunya juga zalim sekali karena memanfaatkan ketidaktahuan konsumen," katanya dikutip dari Tribunnews.com.
Baca juga: Satgas Pangan Periksa 25 Bos Pengoplos Beras, DPR Minta Dihukum Berat
"Jadi tolong diusut saja korporasinya, pihak-pihak yang meluluskan hingga petugasnya di lapangan. Pokoknya ini orang-orang zolim yang harus dihukum setimpal,” imbuhnya.
Pernyataan ini merespons langkah tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mengungkap temuan 212 merek beras oplosan di pasar nasional dan telah berkoordinasi dengan Kapolri dan Kejagung.
Sahroni juga menekankan aspek bahaya kesehatan dari peredaran beras oplosan, mengingat nasi merupakan konsumsi utama mayoritas rakyat Indonesia.
“Kita bicara soal kebutuhan pokok masyarakat. Hampir semua masyarakat Indonesia kan makan nasi setiap hari. Kalau beras yang mereka konsumsi kualitasnya buruk bahkan berbahaya, ini bukan cuma soal ekonomi lagi, tapi soal kesehatan masyarakat luas. Maka sudah seharusnya negara memastikan bahwa makanan masyarakat aman dari praktik curang dan berbahaya seperti ini,” pungkasnya.
Baca juga: Hati-hati Beli Beras di Minimarket, Mentan Temukan Praktik Penipuan pada 212 Merek, Ini Daftarnya
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) juga mendorong Satgas Pangan Polri bertindak tegas terhadap pelaku pengoplosan beras premium ini.
Sejumlah produsen dan pemegang merek beras kemasan telah diperiksa secara bertahap dalam penyidikan yang masih berlangsung.
Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, menegaskan bahwa kasus pengoplosan beras tidak bisa dianggap enteng karena menyangkut langsung stabilitas pangan nasional.
| Pemprov DKI Upayakan Stok Beras Premium Pasca Kasus Oplosan |
|
|---|
| Konsumen Resah Beras Premium di Minimarket Kosong Sejak Kasus Oplosan, Ini Reaksi Bapanas |
|
|---|
| Stok Beras Sempat Langka, Satgas Pangan Polri Pastikan Sudah Terkendali |
|
|---|
| Merek Beras Oplosan Ini Masih Dijual di Minimarket di Jakpus, Tak Ada Harga yang Tertera |
|
|---|
| Waspada Beras Oplosan, Empat Merek Ini Masih Beredar di Jakarta Pusat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sahroni-hakim.jpg)