Berita Nasional

Gibran Tugas di Papua Bisa Dianggap Pembuangan, Politisi PDIP Minta Jangan Pulang-pergi

Publik gembira Presiden Prabowo menugaskan Wapres Gibran ke Papua untuk menyelesaikan semua persoalan. Terberat terkait perang dengan KKB. Apa bisa?

Editor: Valentino Verry
tribunnews.com
MENDUKUNG GIBRAN - Politisi PDIP Deddy Sitorus mendukung penuh Presiden Prabowo Subianto yang menugaskan Wapres Gibran Rakabuming Raka ke Papua. Namun, Deddy meminta agar Gibran betah di sana, dan tidak pulang-pergi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Saat ini sedang ramai Presiden Prabowo Subianto menugaskan secara khusus Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Papua.

Tugas kali ini bukan untuk hadir di sebuah acara, namun tugas jangka panjang yakni menuntaskan semua persoalan yang ada di Papua.

Mulai dari pengentasan pembangunan hingga konflik dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Tentu ini bukan tugas abal-abal, ini tugas yang berat.

Namun, melihat kualifikasi putra sulung mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu, publik tak perlu khawatir.

Baca juga: KKB Anggap Gibran Anak Ingusan, Netizen Desak Presiden Prabowo Segera Kirim untuk Tangani Konflik

Gibran lulusan luar negeri, selain itu juga masih muda dan memiliki pengalaman saat menjadi Wali Kota Solo.

Terkait penugasan ke Papua ini, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan bisa dilihat dari dua sudut pandang.

Bagi pendukung Gibran, penugasan dari Prabowo ini bisa dianggap sebagai bentuk kepercayaan dari presiden terhadap wakil presiden dengan memberikan tugas tambahan.

"Karena sebelumnya (Gibran) kan relatif agak kurang terlihat di layar kamera ya," ucap Burhanuddin dalam acara Satu Meja The Forum di Kompas TV, Rabu (9/7/2025) malam.

Baca juga: Ketika Gibran Puji Titiek Soeharto “Komisi Paling Sakti” Usai Panen Tebu di Yogyakarta

Namun, bagi pihak yang anti atau kritis terhadap Gibran,  penugasan tersebut sebagai bentuk pembuangan politik, karena ditaruh di ujung timur Indonesia.

"Jadi tergantung sudut pandang dan itu persis seperti yang disampaikan oleh politisi PDI Perjuangan (PDIP). Jadi justru menyambut gembira, jangan pulang-pulang," tutur Burhanuddin dikutip dari Tribunnews.com.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus berharap, Gibran tidak sering pulang jika nantinya berkantor di Papua

Ia menilai, penugasan yang diberikan Prabowo kepada Gibran adalah langkah yang positif. 

Baca juga: Surat Tuntutan Pemakzulan Gibran di DPR Tidak Juga Dibacakan, Pengamat: Mungkin Ada Tawar-menawar

Deddy berharap agar suami Selvi Ananda itu dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh di lapangan. 

“Catatannya, jangan sering-sering pulang," kata Deddy ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/7/2025).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved