Perang Iran vs Israel
Bahlil Ambil Peran Dalam Perang Iran Vs Israel, Koordinasi Pertamina Hadapi Krisis Energi Dunia
Bahlil Ambil Peran Dalam Perang Iran Vs Israel, Bakal Koordinasi Pertamina Hadapi Ancaman Krisis Energi Dunia
Serangan ini kemudian dibalas dengan ofensif militer oleh Teheran.
Situasi semakin memanas setelah militer Amerika Serikat pada 21 Juni melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran, yang disebut Presiden Donald Trump sebagai "serangan yang sangat berhasil."
Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal ke pangkalan udara AS Al Udeid di Qatar pada Senin malam waktu setempat.
Namun, Presiden AS Donald Trump pada Senin malam menyatakan bahwa Israel dan Iran telah menyepakati gencatan senjata yang akan berlaku secara resmi 24 jam setelah pengumuman tersebut, mengakhiri perang yang berlangsung selama 12 hari.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku bakal berbincang dengan Iran pekan depan, setelah perang 12 hari selesai dengan gencatan senjata, Selasa (24/6/2025) lalu.
Hal itu disampaikan Trump dalam sebuah konferesi pers yang diunggah oleh akun Instagram @aljazeeraenglish, Kamis (26/6/2025).
"Mungkin kami akan menandatangani sebuah kesepakatan, saya tidak tahu. Bagi saya, saya rasa itu tidak terlalu penting," kata Trump.
"Maksud saya, mereka sudah menjalani perang, mereka bertempur, sekarang mereka kembali ke dunia mereka sendiri. Saya tidak peduli apakah saya punya kesepakatan atau tidak," imbuhnya.
Trump berujar, satu-satunya yang AS minta adalah Iran tidak memiliki senjata nuklir, sebab sudah dihancurkan semua.
Baca juga: Iran Buka Wilayah Udara Bagian Timur Setelah Perjanjian Gencatan Sejata dengan Israel
Dalam kata lain, Trump membantah temuan badan Intelijen Amerika Serikat yang menyebut bahwa serangan udara yang diluncurkan militer AS terhadap situs nuklir Iran beberapa waktu lalu, tidak sampai menghancurkan komponen inti dari program nuklir negara tersebut.
"Saya katakan, Iran tidak akan punya senjata nuklir — ya, kami meledakkannya. Sudah hancur total," ungkap Trump.
"Jadi saya tidak terlalu peduli tentang itu. Jika kami dapat dokumennya, ya tidak apa-apa," pungkasnya.
Terkait hal ini, Iran melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghei buka suara, Rabu (25/6/2025).
Esmaeil mengakui jika ada kerusakan nuklir di negaranya akibat serangan AS.
“Ya, instalasi nuklir kami telah rusak parah. Itu sudah pasti, karena telah mengalami serangan berulang kali,” katanya, dikutip dari Aljazeera.com, Rabu.
| Ragu Israel Patuhi Gencatan Senjata, Iran: Kami Siap Beri Respons Tegas Jika Diserang Kembali |
|
|---|
| Diduga Jadi Agen Mossad, Iran Hukum Mati Tiga Pria yang Dianggap Beri Informasi ke Israel |
|
|---|
| Gencatan Senjata Israel-Iran Diragukan Bertahan Lama, Perang Bisa Kembali Pecah? |
|
|---|
| Perang 12 Hari Israel-Iran Berakhir, Trump Bakal Tandatangani Kesepakatan dengan Iran |
|
|---|
| Iran Buka Wilayah Udara Bagian Timur Setelah Perjanjian Gencatan Sejata dengan Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Menteri-ESDM-RI-Bahlil-saat-jumpa-pers.jpg)