Senin, 27 April 2026

Perang Israel Vs Iran

Perang dengan Iran, Anggaran Israel Terkuras hingga Rp 3,2 Triliun per Hari

Perang dengan Iran Kuras Anggaran Israel hingga Rp 3,2 Triliun per Hari

|
Kontan TV
ANGGARAN iSRAEL TERKURAS - Konflik bersenjata yang terus memanas antara Israel dan Iran membawa dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi Israel. Berdasarkan laporan The Wall Street Journal yang dikutip oleh Anadolu Agency melalui Middle East Monitor, perang ini diperkirakan menguras anggaran Israel hingga US$ 200 juta (sekitar Rp 3,2 triliun) setiap harinya. 

WARTAKOTALIVE.COM -- Konflik bersenjata yang terus memanas antara Israel dan Iran membawa dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi Israel.

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal yang dikutip oleh Anadolu Agency melalui Middle East Monitor, perang ini diperkirakan menguras anggaran Israel hingga US$ 200 juta (sekitar Rp 3,2 triliun) setiap harinya.

Anggaran besar ini sebagian besar dialokasikan untuk sistem pertahanan canggih seperti David’s Sling dan Arrow 3, yang digunakan untuk mengintersepsi lebih dari 400 rudal yang diluncurkan Iran dalam beberapa hari terakhir.

Biaya setiap intersepsi rudal disebut tidak main-main, berkisar antara US$ 700.000 hingga US$ 4 juta per rudal.

Aktivasi berulang dari sistem pertahanan tersebut menjadi beban besar bagi anggaran militer Israel.

Selain itu, operasi ofensif jarak jauh juga memperparah tekanan keuangan.

Penggunaan jet tempur F-35 untuk menyerang target di Iran yang berjarak sekitar 1.600 kilometer dari Israel menelan biaya sekitar US$ 10.000 per jam per pesawat, belum termasuk amunisi presisi seperti JDAM dan MK-84.

Lembaga riset ekonomi Eron Institute for Economic Policy memperkirakan bahwa jika konflik ini berlangsung selama satu bulan, total biaya perang bisa mencapai US$ 12 miliar.

Ekonom Israel, Civi Extein, menilai bahwa konflik kali ini jauh lebih mahal dibandingkan perang-perang sebelumnya, termasuk di Gaza dan Lebanon Selatan.

Meski pasar keuangan Israel masih relatif stabil dan beberapa sektor bahkan mencatatkan kenaikan, kerusakan fisik di darat terus meningkat.

 Para insinyur memperkirakan biaya rekonstruksi akibat serangan rudal bisa melebihi US$ 400 juta, menyusul rusaknya ratusan bangunan dan evakuasi lebih dari 5.000 warga sipil.

Salah satu infrastruktur vital, kilang minyak terbesar di Israel, dilaporkan sempat ditutup akibat terkena serangan langsung.

Sejumlah sektor penting lainnya juga menghentikan operasional demi alasan keamanan.

Di tengah tekanan ekonomi yang kian besar, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu belum menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan operasi militer.

Pemerintah Israel tetap fokus pada tujuan strategis utama, yakni melumpuhkan program nuklir dan misil Iran.

Sumber: Kontan
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved