Perang Israel Vs Iran

Keuangan Israel Goyang Usai Perang 12 Hari dengan Iran, Anggaran Pertahanan Ditekan

Keuangan Israel mulai goyang usai perang 12 hari dengan Iran. Anggaran Pertahanan pun ditekan oleh Kementerian Keuangan

Editor: Desy Selviany
X
KOTA ISRAEL HANCUR - Suasana kota di Be'er Sheva, Israel yang hancur terkena rudal milik Iran pada Selasa (24/6/2025). Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran menyebut, Israel lebih dulu melanggar genjatan senjata menyerang Iran pada Selasa (24/6/2025) pagi, sehingga Iran meneruskan serangan ke Israel. 

WARTAKOTALIVE.COM - Keuangan Israel mulai goyang usai perang 12 hari dengan Iran.

Kementerian Keuangan Israel menahan anggaran untuk biaya pertahanan Israel di tengah perang Timur tengah yang semakin berkecamuk. 

Pasalnya pendanaan pertahanan tidak termasuk dalam anggaran negara 2025.

Dimuat Al Mayedeen Minggu (29/6/2025) Kementerian Keamanan telah meminta alokasi dana darurat sebesar 60 miliar shekel untuk menutupi biaya serangan yang tidak direncanakan. 

Namun, Kementerian Keuangan menolak untuk menyetujui peningkatan tersebut.

Hal itu menyebabkan keterlambatan dalam memperoleh peralatan penting, termasuk pencegat rudal Arrow dan kendaraan lapis baja yang dibutuhkan oleh pasukan yang ditempatkan di Gaza.

Pejabat senior keamanan mengatakan Kementerian Keuangan bahkan menahan dana yang telah disetujui oleh komisi gabungan yang dibentuk untuk mengelola "perencanaan pertahanan" jangka panjang. 

Baca juga: Israel Diduga Diam-diam Racuni Warga Gaza dengan Narkoba Lewat Bantuan Pangan

Mereka menyoroti beban keuangan pengerahan pasukan cadangan, yang diperkirakan mencapai 1,2 miliar shekel per bulan, sebagai pokok perdebatan.

"Serangan darat di Gaza tidak termasuk dalam anggaran. Pasukan cadangan harus dikerahkan lebih banyak dari yang diharapkan," kata seorang pejabat keamanan. "Komando Front Dalam Negeri sendiri membutuhkan puluhan ribu pasukan cadangan."

Angkatan Udara juga tengah berjuang untuk mengisi kembali persediaan amunisi penting.

Persediaan pencegat rudal Arrow telah berkurang secara signifikan selama konfrontasi 12 hari dengan Iran dan tetap penting bagi operasi yang sedang berlangsung, khususnya terhadap ancaman rudal dari Ansar Allah di Yaman dan potensi agresi baru terhadap Iran.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved